Ketahui Niat dan Cara Salat Gerhana Bulan, Beserta Hukum dan Keutamaannya

Berbeda dari salat sunah lainnya, salat gerhana memiliki tata cara khusus, yaitu dengan dua kali ruku’ dalam setiap rakaatnya.

Rizka Nur Laily Muallifa
Ketahui Niat dan Cara Salat Gerhana Bulan, Beserta Hukum dan Keutamaannya
Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Surakarta menggelar salat gerhana bulan (Liputan6.com/Reza Kuncoro) (© 2025 Liputan6.com)

Gerhana bulan merupakan suatu fenomena alam yang sangat menarik, di mana cahaya matahari yang biasanya menerangi bulan terhalang oleh bayangan bumi. Dalam ajaran Islam, peristiwa ini menjadi saat yang sangat penting untuk meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan salat sunah gerhana bulan atau yang dikenal dengan salat khusuf.

Salat gerhana bulan sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, meskipun pelaksanaannya juga dapat dilakukan secara individu. Berbeda dengan salat sunah lainnya, salat gerhana memiliki tata cara yang khusus, yaitu melaksanakan dua kali ruku' dalam setiap rakaatnya.

Lalu, bagaimana niat dan tata cara lengkap untuk melaksanakan salat gerhana bulan? Simak panduannya berikut ini.

Salat Gerhana Bulan

Salat gerhana bulan, yang juga dikenal dengan nama Salat Khusuf, merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan saat terjadi gerhana bulan. Fenomena alam yang menakjubkan ini menjadi kesempatan yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah. Dalam pelaksanaan salat ini, kita akan mengerjakan dua rakaat dengan tata cara yang sedikit berbeda dari shalat sunnah lainnya.

Penting untuk diingat bahwa niat salat ini harus dibaca dalam hati pada saat takbiratul ihram. Untuk melaksanakan shalat gerhana bulan, terdapat beberapa lafadz niat yang bisa digunakan, yang bergantung pada posisi kita sebagai imam, makmum, atau sendiri (munfarid). Berikut adalah lafadz niat yang dapat diucapkan:

  1. Untuk Imam:

'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى'

(Ushalli sunnat khusufi al-qamari rak'ataini imaman lillahi ta'ala).

Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala.'

  1. Untuk Makmum:

'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى'

(Ushalli sunnat khusufi al-qamari rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala).

Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala.'

  1. Untuk Sendiri (Munfarid):

'أُصَلِّي سُنَّةَ خُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى'

(Ushalli sunnat khusufi al-qamari rak'ataini lillahi ta'ala).

Artinya: 'Saya niat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala.'

Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Tata cara shalat gerhana bulan memiliki kesamaan dengan shalat sunnah lainnya, tetapi terdapat beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diikuti:

  1. Takbiratul Ihram: Shalat dimulai dengan takbiratul ihram seperti pada shalat biasa.
  2. Membaca Doa Iftitah dan Ta'awudz: Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah dan ta'awudz.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Panjang: Bacalah surat Al-Fatihah, lalu lanjutkan dengan surat panjang seperti Al-Baqarah. Bacaan harus dikeraskan (jahar).
  4. Rukuk: Rukuk dilakukan dengan mengulang bacaan tasbih (Subhanallah). Rukuk pertama sebaiknya dipanjangkan.
  5. I'tidal: Setelah rukuk, kembali tegak (i'tidal) dan bacalah surat Al-Fatihah serta surat lainnya (contohnya Ali Imran).
  6. Rukuk Kedua: Lakukan rukuk kedua, tetapi lebih singkat dibandingkan rukuk pertama.
  7. Sujud: Lakukan sujud sebanyak dua kali.
  8. Duduk di antara dua sujud: Duduk sejenak sebelum bangkit untuk melanjutkan ke rakaat kedua.
  9. Rakaat Kedua: Rakaat kedua dilakukan dengan cara yang sama seperti rakaat pertama, namun surat yang dibaca pada bagian berdiri kedua bisa diganti dengan surat panjang lainnya.
  10. Salam: Shalat diakhiri dengan mengucapkan salam.

Pada rakaat pertama, disarankan untuk membaca surat panjang seperti Al-Baqarah pada bagian berdiri pertama, dan Al-Fatihah serta surat lainnya pada bagian berdiri kedua. Untuk rakaat kedua, dapat membaca surat An-Nisa' pada bagian berdiri pertama dan Al-Maidah pada bagian berdiri kedua. Namun, memilih surat yang panjang di setiap bagian berdiri pada setiap rakaat juga diperbolehkan.

Setelah melaksanakan shalat gerhana bulan, disunnahkan untuk mendengarkan khutbah dari imam yang berisi nasihat serta anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah. Ini merupakan cara yang baik untuk merenungkan makna dari fenomena alam ini dan memperkuat keimanan kita.

Hukum dan Keutamaan Salat Gerhana Bulan

Niat dan Cara Salat Gerhana Bulan, Ketahui Hukum dan Keutamaannya
Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Surakarta menggelar salat gerhana bulan (Liputan6.com/Reza Kuncoro) © 2025 Liputan6.com

Salat gerhana bulan adalah ibadah sunah muakkad (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan saat terjadinya gerhana. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda kebesaran Allah. Gerhana tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salat, dan bersedekahlah." (HR. Bukhari).

Salat ini hanya dapat dilakukan ketika fenomena gerhana berlangsung. Setelah gerhana berakhir, kesempatan untuk melaksanakan salat ini juga akan berakhir. Salat gerhana dapat dilakukan kapan saja selama gerhana terjadi, baik di siang maupun malam hari, tanpa terikat pada waktu salat wajib. Yang terpenting adalah melaksanakannya selama gerhana masih berlangsung.

Keutamaan Salat Gerhana Bulan yang Perlu Diketahui

Salat gerhana bulan bukan hanya sekadar ibadah sunah, tetapi juga memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Berikut adalah beberapa alasan mengapa salat ini sangat dianjurkan:

1. Tanda Ketundukan kepada Allah

Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang mencerminkan kebesaran Allah. Rasulullah menegaskan bahwa gerhana bukanlah peristiwa biasa, melainkan tanda kekuasaan Allah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat sebagai bentuk ketundukan dan penghambaan kepada-Nya.

2. Sunah yang Sangat Dianjurkan (Sunah Muakkadah)

Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum salat gerhana bulan adalah sunah muakkadah, yaitu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Hal ini didasarkan pada kesepakatan para ulama serta hadis-hadis yang menjelaskan pentingnya salat gerhana sebagai bentuk ibadah saat fenomena alam ini terjadi.

3. Mengikuti Tuntunan Rasulullah

Rasulullah selalu melaksanakan salat gerhana ketika peristiwa ini terjadi. Dalam hadis riwayat Bukhari-Muslim, beliau bersabda:

"Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah kepada Allah, lalu salatlah hingga gerhana berlalu." Dengan menunaikan salat ini, kita meneladani sunnah Nabi secara langsung.

4. Waktu yang Dianjurkan untuk Beribadah

Salat gerhana adalah saat yang tepat untuk memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah. Rasulullah menganjurkan umatnya untuk meningkatkan ibadah saat terjadi gerhana, sebagai bentuk introspeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bentuk Rasa Syukur atas Kebesaran Allah

Fenomena gerhana bulan mengingatkan kita bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Dengan melaksanakan salat gerhana, kita menunjukkan rasa syukur dan pengakuan atas kebesaran-Nya, serta memohon perlindungan dari segala bentuk ujian dan musibah.

Salat gerhana bulan bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan cara untuk semakin memperkuat keimanan dan kedekatan kita kepada Allah. Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menjalankannya setiap kali fenomena ini terjadi!

Sunnah-sunnah dalam Salat Gerhana Bulan

Niat dan Cara Salat Gerhana Bulan, Ketahui Hukum dan Keutamaannya
Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Assalam Surakarta menggelar salat gerhana bulan (Liputan6.com/Reza Kuncoro) © 2025 Liputan6.com

Agar lebih sempurna, berikut beberapa amalan sunah saat gerhana bulan:

  1. Dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan.
  2. Membaca surah yang panjang untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an.
  3. Memperpanjang ruku’ dan sujud sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
  4. Khutbah setelah salat untuk mengingatkan jamaah agar bertakwa dan memperbanyak amal baik.
  5. Perbanyak doa dan istighfar setelah salat untuk meminta ampun kepada Allah.

People Also Ask

Apakah salat gerhana bulan wajib dilakukan?

Salat gerhana bulan adalah shalat sunnah, sehingga tidak wajib dilakukan. Namun, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya sebagai bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan salat gerhana bulan?

Salat gerhana bulan dilaksanakan pada saat terjadinya gerhana bulan. Sebaiknya, perhatikan jadwal gerhana yang diumumkan oleh lembaga terkait.

Apakah ada doa khusus setelah salat gerhana bulan?

Setelah shalat gerhana bulan, disunnahkan untuk mendengarkan khutbah dari imam dan melakukan dzikir, berdoa, beristighfar, serta bersedekah.

Apakah ada perbedaan antara salat gerhana bulan dan salat gerhana matahari?

Secara umum, tata cara salat gerhana bulan dan gerhana matahari mirip, namun ada perbedaan dalam niat dan beberapa langkah tertentu. Pastikan untuk mempelajari keduanya secara mendalam.

Rekomendasi