Arkeolog Temukan Benteng yang Lebih Tua dari Tembok China, Usianya 2.800 Tahun dan Panjangnya 322 Kilometer

Benteng Berusia 2.800 tahun Ditemukan di Jalur Pegunungan China, Lebih Tua Dari Tembok Besar China

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Arkeolog Temukan Benteng yang Lebih Tua dari Tembok China, Usianya 2.800 Tahun dan Panjangnya 322 Kilometer
Terdapat sebuah rahasia tersembunyi dari Tembok Besar China yang akhirnya terungkap! (© 2023 Foto/Pexels)

Arkeolog China menemukan benteng berusia 2.800 tahun yang umurnya lebih tua dari kaisar pertama.

Tembok ini terletak di dekat jalur pegunungan Timur, Provinsi Shandong. Ditemukan pertama kali sekitar 800 SM, tembok ini berukuran lebar 10 meter. Namun, lebarnya diperluas selama periode Negara-negara Berperang (sekitar 475 hingga 221 SM). Lebarnya diperkirakan menjadi 30 meter. Demikian dilaporkan Global Times.

Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa rumah, jalan, dan parit di dekatnya. Tim peneliti menetapkan usia tembok tersebut berdasarkan penanggalan radiokarbon menggunakan tulang hewan dan tumbuhan dari lapisan yang sama.

Dilansir Live Science, temuan ini membuat bangunan Tembok Besar China mundur 300 tahun. Namun, para ahli yang dihubungi oleh Live Science membantah hal ini.

benteng lebih tua dari tembok china
benteng lebih tua dari tembok china View Stock via Alamy

Tembok yang baru ditemukan ini “tentu saja bukan ‘Tembok Besar China,” ungkap Gideon Shelach-Lavi, seorang professor Studi Asia di Universitas Ibrani Yerusalem, kepada Live Science.

Tembok ini dibangun pada saat China terpecah menjadi beberapa wilayah berbeda yang sering berperang satu sama lain. Shelach Lavi mencatat berbagai negara bagian sering kali membangun benteng selama konflik ini.

Satu dari benteng-benteng ini disebut dengan “Tembok Besar Qi”, lebih terkenal sebagai “Tembok Panjang Qi” karena membentang dari timur-barat di Provinsi Shandong, kira-kira dari daerah Pingyin hingga Samudra Pasifik. Panjang pasti dari tembok ini masih belum jelas, tapi diperkirakan lebih dari 322 kilometer.

Yuri Pines, seorang profesor Studi Asia di Universitas Ibrani Yerusalem, mengungkapkan benteng baru yang ditemukan ini bukan bagian dari Tembok Besar Qi, karena tembok tersebut dibangun setelahnya, sekitar tahun 441 SM.

Pines mengatakan tembok ini baru digali sebagai penemuan yang “sangat penting” dan mencatat bahwa tembok itu berada di jalur pegunungan sempit yang bisa digunakan untuk menyerang wilayah bagian Qi.

Temuan baru ini menunjukan ada pos Garnisun (militer) permanen di jalur pegunungan yang sepertinya dibuat oleh tentara Qi. Mereka membangun tembok sempit sebagai upaya untuk menutup jalur.

“Cara garnisun yang mencoba menutup jalan sempit ke arah utara memang sangat menarik,” kata Pines. “tetapi ini bukan Tembok Panjang, pastinya tidak sebanding dengan upaya selanjutnya.”

Meskipun tembok ini membentengi satu jalur pegunungan yang sempit, Tembok Panjang Qi membentang lebih dari 322 kilometer.

Tembok Besar Qi dibangun oleh Qi, wilayah bagian yang berada di China Utara, tulis pines dalam makalah yang diterbitkan di Jurnal of American Oriental Society. Tembok ini melindungi Qi dari invasi wilayah lain di selatan tembok. Walaupun rute pastinya belum jelas, jalur ini membentang dari timur-barat melalui provinsi Shandong.

Pembangunan Tembok Besar China dimulai pada masa pemerintahan kaisar pertama China, Qin Shi Huang, yang memerintah sekitar 221 hingga 210 SM.

UNESCO melaporkan tembok tersebut kemudian dimodifikasi dan direnovasi pada masa Dinasti Ming (1368 sampai 1644). Dibangun untuk menjaga China dari kelompok nomaden yang hidup di Utara negara China.

Ketika dia memulai pembangunan Tembok Besar, kekaisaran pertama memanfaatkan tembok-tembok sebelumnya yang dibangun di wilayah berbeda – termasuk Tembok Besar Qi – dan menyatukan bagian dari mereka untuk membantu pembangunan Tembok Besar China.

Rekomendasi