Warga Rusia-Israel Alexander Turbanov yang ditawan di Gaza selama lebih dari setahun baru saja dibebaskan oleh kelompok perlawanan Palestina pekan lalu.
Menjelang kebebasannya Turbanov menulis sebuah surat yang menggambarkan betapa dia sangat berterima kasih dengan para pejuang Palestina di Gaza yang menjaganya selama penyanderaan. Turbanov ditawan oleh kelompok Brigade Al-Quds dari kelompok perlawanan Jihad Islam di Gaza.
Turbanov bersama warga Israel lainnya Sagui Dekel-Chen dan Iair Horn diculik dari Pemukiman Nir Oz pada serangan 7 Oktober 2023.
Berikut isi surat Turbanov yang mengharukan:
"Kebaikan kalian terukir dalam sanubariku. Selama 498 hari aku hidup di antara kalian, meskipun kalian mengalami agresi dan kejahatan, aku belajar arti sejati dari keberanian, kepahlawanan murni, serta penghormatan terhadap kemanusiaan dan nilai-nilai.
Kalian adalah orang-orang merdeka yang terkepung, aku adalah tawanan, tetapi kalianlah yang menjadi penjaga hidupku. Kalian merawatku seperti seorang ayah merawat anak-anaknya.
Kalian melindungi kesehatan, martabat, dan kehormatanku, serta tidak membiarkan kelaparan atau penghinaan menyentuhku, meskipun aku berada dalam tawanan para pejuang yang berjuang untuk tanah mereka dan hak mereka yang dirampas, serta meskipun mereka menjadi korban genosida paling keji yang dilakukan oleh pemerintah negaraku terhadap rakyat yang terkepung.
Aku tidak tahu arti dari keberanian sejati sampai aku melihatnya di mata kalian, dan aku tidak menyadari nilai pengorbanan sampai aku hidup di antara kalian, sampai aku menyaksikan bagaimana kalian menghadapi kematian dengan senyuman dan melawan dengan tubuh telanjang melawan musuh yang memiliki kekuatan untuk membunuh dan menghancurkan.
Seberapapun fasih dan lantangnya aku berbicara, aku tidak akan mampu menemukan kata-kata yang dapat mencerminkan nilai kalian, atau mengungkapkan kekaguman dan penghormatanku terhadap moralitas kalian yang luhur.
Apakah agama kalian mengajarkan untuk memperlakukan tawanan dengan cara seperti ini? Betapa agungnya agama ini, yang mengangkat derajat kalian begitu tinggi hingga semua hukum hak asasi manusia buatan manusia runtuh dihadapannya, semua protokol perlakuan terhadap musuh menjadi tidak berarti di hadapannya!
Dalam saat-saat tersulit, kalian menunjukkan keadilan dan kasih sayang, bukan dengan slogan kosong, tetapi dengan fakta yang kami alami, dan kalian tidak pernah meninggalkan prinsip kalian bahkan dalam kondisi yang paling gelap sekalipun.
Percayalah, jika suatu hari aku kembali ke sini, aku akan menjadi seorang mujahid di barisan kalian. Karena aku telah belajar kebenaran dari rakyat kalian dan aku menyadari bahwa kalian bukan hanya pemilik tanah ini, tetapi juga pemilik prinsip dan perjuangan yang adil."
Advertisement