Percakapan Telepon Antara Presiden China Xi Jinping dengan Putin, Apa yang Diperbincangkan?

Telepon strategis antara Presiden China Xi Jinping dan Vladimir Putin ulas solusi damai krisis Ukraina serta kemitraan strategis dunia.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Percakapan Telepon Antara Presiden China Xi Jinping dengan Putin, Apa yang Diperbincangkan?
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping saat keduanya bertemu di Beijing pada Kamis (17/5/2024). (Dok. Sergei Guneyev, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP) (© 2025 Liputan6.com)

Pada hari Senin, 24 Februari 2025, Presiden Xi Jinping dari China dan Presiden Vladimir Putin dari Rusia melakukan percakapan melalui telepon yang menjadi titik balik penting dalam usaha untuk mencapai perundingan damai terkait dengan krisis di Ukraina. Dalam pembicaraan ini, kedua pemimpin mengemukakan pandangan strategis yang berfokus pada penyelesaian konflik secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Mereka tidak hanya membahas isu utama mengenai krisis Ukraina, tetapi juga merujuk pada pertemuan perundingan damai yang baru-baru ini berlangsung di Istana Diriyah, Riyadh, Arab Saudi. Di sana, delegasi dari Amerika Serikat dan Rusia telah menetapkan mekanisme konsultasi untuk meredakan ketegangan yang telah ada selama hampir tiga tahun.

Selama diskusi tersebut, kedua pemimpin menekankan betapa pentingnya komunikasi yang intensif dan kerja sama strategis yang telah terjalin sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Mereka juga menyoroti nilai historis dari hubungan bilateral yang semakin diperkuat melalui dialog yang penuh komitmen dan langkah-langkah diplomatik jangka panjang.

Awal Panggilan Telepon dan Konteks Konflik

Pembicaraan telepon yang terjadi pada 24 Februari 2025 merupakan lanjutan dari dialog strategis antara China dan Rusia. Dialog ini berlangsung di tengah situasi geopolitik global yang semakin rumit, yang memerlukan respons yang cepat dan terukur dari kedua negara.

Dalam percakapan awal yang dikutip dari ANTARA, Presiden Putin menyampaikan bahwa “Presiden Putin memberikan informasi terkini tentang interaksi terbaru antara Rusia dan Amerika Serikat, dan tentang posisi Rusia terhadap krisis Ukraina.”

Sejak invasi yang dimulai pada Februari 2022, hubungan antara Rusia dan China telah mengalami perubahan yang signifikan, menandakan awal dari era baru dalam kerjasama strategis antara keduanya. Panggilan telepon ini dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat kembali dasar-dasar kemitraan yang telah dibangun sebelumnya.

Pembahasan Strategis Penyelesaian Krisis Ukraina

Dalam sebuah diskusi yang mendalam, kedua pemimpin melakukan pembahasan yang terperinci mengenai perundingan damai yang melibatkan delegasi dari Amerika Serikat dan Rusia. Fokus utama dari pembicaraan ini adalah upaya untuk mengatasi akar permasalahan yang menyebabkan konflik di Ukraina dengan langkah-langkah yang diarahkan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.

Presiden Xi menekankan bahwa sejak awal terjadinya krisis, beliau telah mengemukakan posisi China dengan mengusulkan empat poin solusi. Salah satu inisiatif yang disorot adalah "Sahabat Perdamaian" yang diluncurkan bersama Brasil dan negara-negara 'Global South', bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung tercapainya penyelesaian politik. Hal ini menunjukkan peran aktif China dalam upaya meredakan ketegangan yang terjadi.

Di sisi lain, Presiden Putin menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan masalah mendasar yang menjadi penyebab konflik dan berupaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Pernyataan ini menunjukkan tekad Rusia untuk mengambil langkah-langkah strategis meskipun harus menghadapi tekanan dari luar dan dinamika geopolitik yang terus berubah.

Pernyataan dan Pujian atas Upaya Perdamaian

Dalam diskusi yang berlangsung, Presiden Xi memberikan pujian terhadap "upaya positif" yang dilakukan oleh Moskow untuk meredakan ketegangan di Ukraina. Ia menyatakan bahwa China sangat menghargai langkah-langkah yang diambil Rusia serta pihak-pihak terkait lainnya dalam usaha untuk mengurangi konflik yang berkepanjangan ini.

Lebih lanjut, pemimpin China tersebut menyoroti peran signifikan dari kelompok "Sahabat Perdamaian" yang dibentuk oleh China, Brazil, dan negara-negara 'Global South' lainnya. Kelompok ini secara aktif berupaya menciptakan suasana yang kondusif bagi dialog dan penyelesaian politik dengan pendekatan yang inklusif dan seimbang.

Di sisi lain, Presiden Putin menegaskan bahwa Rusia memiliki komitmen yang kuat terhadap penyelesaian konflik tanpa terburu-buru dan tidak terpengaruh oleh faktor-faktor luar. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang erat antara Rusia dan China sebagai bagian dari kemitraan strategis yang terus berlangsung, yang menunjukkan sinergi antara kedua negara dalam menghadapi tantangan global.

Menegaskan Hubungan Bilateral dan Kemitraan Jangka Panjang

Kedua pemimpin dengan tegas menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang terjalin antara China dan Rusia. "Hubungan bilateral kami memiliki kekuatan pendorong internal yang kuat dan nilai strategis yang unik. Hubungan ini tidak ditujukan atau dipengaruhi oleh pihak ketiga mana pun," ungkap Presiden Xi. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk tetap menjaga kemandirian dalam kebijakan luar negeri mereka, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di tingkat global.

Presiden Xi juga menggarisbawahi bahwa sejak awal terjadinya krisis di Ukraina, China telah mengemukakan posisi yang jelas dengan menawarkan empat poin solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kemitraan antara China dan Rusia didasarkan pada strategi pembangunan yang berorientasi jangka panjang dan tidak mudah dipengaruhi oleh intervensi dari luar.

Hubungan yang telah terjalin antara kedua negara ini, yang sering disebut sebagai "tetangga baik yang tak terpisahkan dan sahabat sejati yang berbagi suka dan duka," semakin diperkuat melalui dialog yang intens. Hal ini mengukuhkan dasar kerjasama di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan pertahanan, serta memberikan sinyal positif mengenai stabilitas di kancah internasional.

Implikasi Global dan Prospek Masa Depan

Pembicaraan ini diperkirakan akan memberikan dampak yang signifikan pada peta geopolitik dunia. Melalui interaksi yang intens antara kedua pemimpin, pesan-pesan strategis yang menekankan pentingnya stabilitas dan perdamaian telah disampaikan kepada komunitas internasional yang saat ini tengah menghadapi berbagai ketegangan di seluruh dunia.

Dalam hal ini, respons negara-negara Eropa yang segera menggelar pertemuan darurat di Istana Elysee, Paris, menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antarnegara untuk mendukung penyelesaian konflik di Ukraina. Meskipun ada perbedaan pandangan mengenai pengerahan pasukan penjaga perdamaian dan dampak kebijakan Amerika Serikat, koordinasi tetap menjadi kunci.

Ke depannya, kedua negara telah sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi melalui berbagai mekanisme. Hal ini bertujuan agar langkah-langkah tindak lanjut yang akan diambil tidak hanya berfokus pada penyelesaian konflik Ukraina secara mendesak, tetapi juga menciptakan peluang kerjasama di bidang geopolitik, ekonomi, dan investasi. Dengan demikian, diharapkan kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dalam jangka panjang.

People Also Ask

Q1: Apa saja topik utama yang dibahas dalam telepon antara Presiden Xi dan Presiden Putin?

A1: Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas perundingan damai terkait krisis Ukraina, strategi penyelesaian konflik, serta penguatan hubungan bilateral dan kemitraan strategis yang tidak dipengaruhi oleh pihak ketiga.

Q2: Bagaimana peran China dalam upaya penyelesaian krisis Ukraina?

A2: China telah aktif menyampaikan empat poin solusi sejak awal krisis, mendukung inisiatif “Sahabat Perdamaian” bersama negara-negara 'Global South', dan memuji upaya positif Moskow dalam meredakan konflik.

Q3: Mengapa hubungan antara China dan Rusia dianggap strategis?

A3: Hubungan ini dianggap strategis karena didasari oleh kekuatan pendorong internal yang kuat, nilai strategis yang unik, dan kebijakan luar negeri jangka panjang yang tidak terpengaruh oleh intervensi eksternal, sehingga kedua negara dapat saling mendukung dalam menghadapi dinamika global.

Q4: Apa implikasi global dari percakapan telepon tersebut?

A4: Percakapan tersebut diharapkan dapat memberikan sinyal stabilitas kepada komunitas internasional, membuka peluang kerjasama di bidang geopolitik dan ekonomi, serta mendorong langkah-langkah diplomatik lebih lanjut untuk menyelesaikan konflik Ukraina secara damai.

Rekomendasi