Kelompok perlawanan Palestina di Gaza, Hamas, mengembalikan empat jenazah tawanan Israel pada Kamis (20/2). Tiga dari jenazah tersebut termasuk Shiri Bibas dan kedua anaknya, Ariel dan Kfir, yang merupakan tawanan termuda yang ditangkap saat serangan awal Hamas pada 7 Oktober 2023. Satu jenazah tawanan lainnya adalah lansia pria berusia 83 tahun. Hamas menyatakan keempatnya tewas akibat serangan udara Israel di awal perang genosida di Gaza.
Pengembalian jenazah ini akan disusul pembebasan enam tawanan Israel lainnya pada Sabtu (22/2) sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, seperti dikutip dari berbagai sumber. Proses pertukaran tawanan ini merupakan hasil dari negosiasi intensif yang melibatkan berbagai pihak.
Empat jenazah tersebut diserahkan di Khan Younis, Gaza selatan, melalui perantara Palang Merah Internasional. Dilansir Al Jazeera, jenazah empat tawanan yang meninggal akan dibawa ke Institut Forensik Nasional di Israel untuk diidentifikasi, sebuah proses yang bisa memakan waktu beberapa jam atau bahkan beberapa hari. Hanya setelah identifikasi barulah ada pengumuman resmi tentang kematian dan pemakaman mereka.
Pengembalian jenazah ini disambut dengan beragam reaksi dari komunitas internasional. Beberapa negara mengapresiasi langkah Hamas sebagai tanda itikad baik dalam upaya perdamaian.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 19 Januari, namun sejak saat itu Israel telah ratusan kali melanggarkan perjanjian gencatan senjata dengan tetap menyerang warga Palestina di Gaza.