Setelah Satu Abad, Arkeolog Kembali Temukan Makam Firaun Mesir Kuno yang Berkuasa 3500 Tahun Lalu

Ini merupakan makam firaun pertama yang ditemukan sejak penemuan makam Firaun Tutankhamun pada 1922 silam.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Setelah Satu Abad, Arkeolog Kembali Temukan Makam Firaun Mesir Kuno yang Berkuasa 3500 Tahun Lalu
Setelah Satu Abad, Arkeolog Kembali Temukan Makam Firaun Mesir Kuno yang Berkuasa 3500 Tahun Lalu (Merdeka.com)

Arkeolog di Mesir kembali menemukan makam firaun atau raja Mesir kuno. Ini penemuan makam firaun pertama dalam seabad terakhir.

Makam yang ditemukan milik Firaun Thutmose II, digambarkan sebagai penemuan arkeologi paling penting dalam seabad terakhir. Penemuan ini diumumkan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada Selasa (18/2), dikutip dari laman Forbes.

Thutmose II diperkirakan berkuasa sekitar 3.500 tahun lalu, dari sekitar tahun 1493 SM sampai 1479 SM.

Ini merupakan makam raja pertama yang ditemukan sejak penemuan makam Firaun Tutankhamun pada 1922 silam. Kementerian tersebut menyampaikan dalam unggahan Facebook, ini juga merupakan makam terakhir raja-raja Dinasti Kedelapan Belas yang hilang di Mesir yang akhirnya ditemukan.

Thutmose II merupakan firaun keempat Dinasti ke-18 Mesir. Dia meninggal sebelum berusia 30 tahun, menurut sejarawan. Dia dianggap kurang penting secara historis dibandingkan dengan ayahnya, Thutmose I dan putranya, Thutmose III, dan juga saudari tiri yang juga istrinya, Hatshepsut, yang dianggap penguasa sesungguhnya di balik singgasana.

Sebuah tim gabungan yang terdiri dari arkeolog Inggris dan Mesir menghabiskan dua tahun untuk menggali sebuah makam, yang diberi nama No. C4, terletak di sebelah barat Luxor. Mereka awalnya meyakini makam tersebut adalah milik istri seorang raja kuno.

Namun awal tahun ini, para arkeolog menemukan bukti yang mengidentifikasi Thutmose II sebagai “raja yang telah meninggal” dan “pemilik kuburan,” kata Dr. Mohamed Ismail Khaled, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Arkeologi Arkeologi Kepurbakalaan Mesir.

Arkeolog juga menemukan pecahan ubin dengan ukiran biru dan bintang kuning di langit, serta motif dan paragraf dari buku "Amy Dawat", salah satu buku keagamaan terpenting yang didedikasikan untuk makam raja-raja di Mesir kuno.

Para arkeolog menemukan mumi Thutmose II sekitar dua abad lalu, namun makam aslinya belum pernah ditemukan. Studi awal menunjukkan isi penting makam tersebut telah dipindahkan ke lokasi lain pada zaman Mesir kuno karena banjir yang menenggelamkan kuburan tersebut tak lama setelah kematian Firaun Thutmose II.

Rekomendasi