Warga Negara Ini Berdoa Minta Hujan karena Cadangan Air di Waduk Tinggal 10 Hari

Kekeringan kali ini merupakan yang terburuk dalam sejarah 74 tahun Uruguay, menurut pejabat lokal. Ribuan keluarga di Uruguay kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Warga Negara Ini Berdoa Minta Hujan karena Cadangan Air di Waduk Tinggal 10 Hari
waduk uruguay kering. ©REUTERS/Mariana Greif

Warga Ibu Kota Montevideo, Uruguay, berdoa meminta hujan turun setelah waduk utama di kota itu hanya memiliki sisa air untuk 10 hari lagi.

Curah hujan yang sedikit dan temperatur yang tinggi menyebabkan berbagai daerah di Amerika Selatan mengalami kekeringan parah, mengganggu panen tanaman.

Kekeringan kali ini merupakan yang terburuk dalam sejarah 74 tahun Uruguay, menurut pejabat lokal. Ribuan keluarga di Uruguay kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

"Saya khawatir jika kami hanya bergantung dengan air hujan," kata Vanessa Fleitas, seorang pelajar, sepert dilansir Reuters, Selasa (23/5).

Waduk Paso Saverino merupakan waduk yang menyediakan air untuk 3,5 juta warga Uruguay, lebih dari setengah total populasi.

Perusahaan air negara milik Uruguay, Obras Sanitarias del Estado (OSE), mengatakan ini merupakan kekeringan "terparah di dalam sejarah" Uruguay dengan kapasitas hanya mencapai 10%.

Saat ini hanya terdapat 6.2 juta meter kubik air dalam waduk tersebut, jauh lebih sedikit dari rata-rata bulanan volume air sebesar 60 juta meter kubik meter.

Tiap harinya dibutuhkan sekitar 650.000 meter kubik air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Montevideo. Curah air yang sedikit juga tidak membuat keadaan semakin baik.

Krisis air ini memaksa perusahaan air Uruguay untuk mencampur pasokan air dari waduk dengan air dari Sungai Plate, yang meningkatkan tingkat sodium dan klorida dalam air yang dikonsumsi masyarakat.

"Pelanggan saya tidak memercayai air yang keluar dari keran," kata Ramon Arteaga, penjaga toko di Montevideo. Ia mengatakan penjualan air botolan meningkat 10 kali belakangan ini akibat krisis air yang berlangsung.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

Rekomendasi