Seorang perempuan dilaporkan memenangkan pemilu di India dua pekan setelah kematiannya.
Dilansir dari Aljazeera, Selasa (16/5), wanita bernama Ashiya Bi ini menjadi salah satu calon badan sipil di kota di distrik Bijnor, Uttar Pradesh.
Dia diumumkan memenangkan pemilu dua pekan setelah kematiannya.
Hal ini terjadi karena para pendukung Bi berjanji untuk terus mendukungnya sebagai tanda penghormatan.
Bi berhasil mengumpulkan hampir 44 persen suara dalam pemilu lokal tersebut.
Namun, dia dilaporkan mengalami infeksi paru-paru dan perut akut lalu meninggal 12 hari sebelum pemungutan suara.
Advertisement
Tidak ingkar janji
Suami Bi, Muntazim Qureishi, memberi tahu komisi pemilihan umum tentang kematian istrinya.
Namun, menurut petugas distrik, Bhagwan Sharan, tidak ada prosedur yang mengharuskan untuk menghapus namanya dari surat suara.
“Begitu proses pemilihan dimulai, itu tidak dapat dihentikan atau dihentikan sementara,” kata Sharan.
Sebelum meninggal, Bi terbukti berhasil mencuri hati kalangan pemilih. Banyak yang memutuskan untuk memberikan suara sebagai tanda penghormatan dan kekaguman.
Salah seorang warga bernama Mohammad Zakir berkata Bi merupakan orang yang tidak ingkar janji.
"Ashiya berteman dengan mudah dan orang-orang tidak ingin mengingkari janji dukungan yang mereka berikan padanya dan itulah hasilnya," kata Zakir.
Reporter magang: Yobel Nathania