Dikira Gumpalan Biasa, Ternyata Mumi Tupai yang Meringkuk Selama 30.000 Tahun

Tupai ini diperkirakan berasal dari jenis tupai tanah Arktik yang hidup 30.000 tahun lalu pada Zaman Es.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Dikira Gumpalan Biasa, Ternyata Mumi Tupai yang Meringkuk Selama 30.000 Tahun
Mumi tupai berusia 30.000 tahun. ©Yukon Beringia Interpretive Centre

Gumpalan bulu yang membeku seukuran telapak tangan manusia dewasa ditemukan di Yukon, dekat Hester Creek di Ladang Emas Klondike, Kanada.

Rupanya, bola ini bukan bulu biasa, melainkan mumi tupai beku yang sedang meringkuk.

Tupai ini diperkirakan berasal dari jenis tupai tanah Arktik yang hidup 30.000 tahun lalu pada Zaman Es.

Yukon Beringia Interpretive Centre menyebut jika pihak mereka takjub dengan penemuan ini. Badan tersebut menduga jika hewan kecil ini mati saat sedang tertidur.

"Sungguh menakjubkan memikirkan hewan jantan kecil ini berlarian di sekitar Yukon beberapa ribu tahun lalu," jelas Yukon Beringia Interpretive Centre dikutip dari laman IFL Science, Selasa (4/4).

Mumi tupai ini kemudian menjalani X-ray untuk mengungkap kondisi kerangkanya.

Tim menemukan kerangka tupai ini tetap utuh meskipun terlihat menyatu.

Ahli paleontologi, Grant Zazula mengatakan jika tulang tupai ini menarik untuk dipelajari.

"Saya mempelajari tulang sepanjang waktu dan itu menarik, sangat rapi," ujar Zazula.

Tupai ini tetap utuh selama 30.000 tahun karena terkubur dalam permafrost atau tanah beku abadi. Permafrost membantu menjaga jaringan tubuh tupai dengan sempurna seperti lemari es prasejarah.

Beberapa mumi binatang lain juga pernah ditemukan di Yukon. Seperti mumi anak serigala berusia 57.000 tahun dalam kondisi sangat baik yang ditemukan pada 2020 da penemuan mumi bayi mammoth atau gajah purba oleh seorang penambang tahun lalu.

Daerah Yukon di Kanada memang dikenal sebagai "surga" mumi binatang prasejarah yang telah membeku sejak Zaman Es.

Reporter magang: Yobel Nathania

Rekomendasi