Dua Polisi Ditangkap karena Tragedi Halloween Itaewon

Ini adalah penangkapan pertama dalam penyelidikan tragedi Itaewon yang menewaskan 158 orang pada Oktober lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Dua Polisi Ditangkap karena Tragedi Halloween Itaewon
Tragedi Halloween di Itaewon Korsel. ©2022 AFP/JUNG YEON-JE

Dua mantan anggota polisi Korea Selatan ditangkap pada Senin. Mereka diduga merusak barang bukti terkait dengan tragedi Halloween mematikan di Itaewon, Seoul.

Dua orang yang ditangkap ini yaitu mantan anggota intelijen Park Sung-min dari Pemerintah Metropolitan Seoul dan Kim Jin-ho dari Kepolisian Yongsan. Ini adalah penangkapan pertama dalam penyelidikan tragedi Itaewon yang menewaskan 158 orang pada Oktober lalu.

Dikutip dari CNN, Selasa (7/12), dua orang tersebut diduga memerintahkan bawahannya untuk menghilangkan laporan internal terkait risiko yang bisa muncul dari kerumunan massa yang berkumpul di Itaewon pada malam Halloween tersebut.

Kedua petugas tersebut dipecat pada November terkait penanganan insiden Itaewon. Di bawah ketentuan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Seoul pada Senin, jaksa sekarang memiliki waktu 10 hari untuk mengajukan tuntutan.

Setelah tragedi Itaewon, unit kepolisian khusus dibentuk untuk menyelidiki apa yang salah dari penanganan perayaan Halloween tersebut. Anggita unit khusus ini menggeledah kantor polisi dan sejumlah kantor terkait lainnya di seluruh Seoul, mengumpulkan laporan internal polisi dan dokumen terkait panggilan darurat.

Menurut data panggilan darurat, sedikitnya ada 11 panggilan ke kepolisian, meminta pengendalian massa dan kemudian ada yang meminta tim penyelamat. Panggilan pertama datang sekitar empat jam sebelum tragedi mematikan terjadi, ketika massa berdesakan di sebuah gang sempit.

Pemerintah kota dan nasional menghadapi kecaman publik dan dituntut bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Bahkan banyak pihak yang menuntut pencopotan Presiden Yoon Suk-yeol atas tragedi tersebut.

"Saya memohon dengan sangat kepada para politikus negara ini. Jika Anda serius dengan duka yang dirasakan keluarga korban, Anda harus jujur. Anda perlu melakukan investigasi yang patut dan meminta maaf kepada anak-anak kami," kata salah seorang ibu korban tragedi Itaewon dalam konferensi pers pada 22 November lalu.

Sembari memegang surat kematian putranya yang berusia 29 tahun, ibu tersebut mengatakan penyebab pasti, waktu dan lokasi kematian putranya masih belum diketahui.

Rekomendasi