Pesawat Gagal Mendarat karena Pilot Ketiduran

Petugas pemantau lalu lintas penerbangan tidak bisa menghubungi kru pesawat meski sudah melakukan beberapa kali kontak.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pesawat Gagal Mendarat karena Pilot Ketiduran
Ethiopian Airlines. bbc.co.uk

Dua pilot ketiduran dan gagal mendaratkan pesawat dalam penerbangan dari Sudan menuju Ethiopia Senin lalu. Demikian dilaporkan situs badan penerbangan komersil Aviation Herald.

Insiden itu terjadi pada pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737-800 rute Kahrtoum menuju Addis Ababa, kata laporan. "Pilot ketiduran dan pesawat melewati batas ketinggian untuk mendarat."

Dilansir dari laman CNN, Sabtu (20/8), data yang diperoleh situs tersebut menyatakan pesawat itu sedang terbang di ketinggian 37.000 kaki dan menyalakan fitur autopilot ketika tidak melakukan pendaratan di Bandara Internasional Addis Ababa Bole sesuai jadwal pada 15 Agustus lalu.

Petugas pemantau lalu lintas penerbangan tidak bisa menghubungi kru pesawat meski sudah melakukan beberapa kali kontak. Alarm tanda bahaya juga diaktifkan ketika pesawat itu melampaui landasan pacu dan meneruskan penerbangan.

Pesawat itu kemudian mulai menurun dan mendarat dengan selamat 25 menit kemudian.

Data dari Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) memperlihatkan pesawat itu terbang melewati landasan pacu sebelum akhirnya menurun dan bermanuver untuk mulai mendarat.

"Kami menerima laporan yang menandakan pesawat Ethiopia nomor penerbangan ET343 rute Khartoum ke Addis Ababa hilang komunikasi sementara dengan petugas pemantau Lalu Lintas Udara pada 15 Agustus 2022," kata pernyataan yang dirilis Ethiopian Airlines kemarin.

"Pesawat kemudian berhasil mendarat dengan selamat setelah komunikasi bisa kembali dilakukan. Kru yang bertugas kini sudah ditangguhkan untuk penyelidikan selanjutnya.

"Tindakan sepatutnya akan diambil berdasarkan hasil penyelidikan. Keselamatan selalu menjadi prioritas kami," kata pernyataan Ethiopian Airlines.

Pengamat penerbangan Alex Macheres menyampaikan keprihatinannya di Twitter dan dia menyiratkan insiden ini terjadi karena kelelahan pilot.

"Pilot yang lelah bukan hal baru dan masih menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan--secara internasional," kata dia dalam cuitannya Kamis lalu.

Rekomendasi