Parlemen Pakistan Lengserkan PM Imran Khan

Sebanyak 176 suara mendukung mosi tidak percaya terhadap Khan dari 342 anggota parlemen.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Parlemen Pakistan Lengserkan PM Imran Khan
PM Pakistan, Imran Khan saat wawancara dengan Reuters di Islamabad pada 4 Juni 2021. ©Reuters

Majelis Nasional Pakistan melengserkan Perdana Menteri Imran Khan lewat pemungutan suara mosi tidak percaya hari ini. Sebanyak 174 suara mendukung mosi tidak percaya terhadap Khan dari 342 anggota parlemen.

Ketua DPR Pakistan Asa Qaisar yang juga anggota dari partai Khan mengumumkan pengunduran dirinya sesaat sebelum pemungutan suara digelar.

Dilansir dari laman BBC, Minggu (10/4), partai PTI yang mendukung Khan secara efektif kalah suara mayoritas di Majelis Nasional setelah tujuh anggota mereka dari partai koalisi memutuskan pindah mendukung partai oposisi. Kubu oposisi menyebut Khan gagal dalam menangani krisis ekonomi Pakistan, pandemi Covid-19, dan buruknya kebijakan luar negeri dan dalam negeri.

Hasil pemungutan suara dari mosi tidak percaya hari ini dengan demikian mengakhiri masa jabatan lima tahun Khan. Sejauh ini belum ada satu pun perdana menteri Pakistan yang bisa berhasil menjabat penuh selama satu periode.

Kubu oposisi kini akan mengajukan calon kandidat mereka untuk menggantikan Khan. Maryam Nawaz, wakil presiden dari partai Liga Muslim Pakistan--partai oposisi utama--mengatakan kepada wartawan, partainya sudah mengajukan Shebaz Sharif sebagai kandidat untuk menjabat perdana menteri Pakistan yang baru.

Parlemen akan melakukan pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru esok. Kandidat yang terpilih akan menjabat hingga Oktober 2023, ketika pemilu berikutnya digelar.

Imran Khan, 69 tahun, menjadi perdana menteri pertama yang dilengserkan lewat pemungutan suara mosi tidak percaya.

Mahkamah Agung Pakistan Kamis lalu memutuskan Khan sudah bertindak melanggar konstitusi dengan menghalangi pemungutan suara mosi tidak percaya dan membubarkan parlemen.

Dalam cuitannya di Twitter, Shehbaz Sharif mengatakan Pakistan dan parlemen kini sudah "dibebaskan dari krisis serius".

"Selamat untuk negara Pakistan atas terbitnya fajar baru," kata Sharif.

Imran Khan, mantan pemain kriket, terpilih jadi perdana menteri pada 2018. Saat itu dia berjanji memerangi korupsi dan memperbaiki ekonomi. Namun janjinya tidak terbukti dan Pakistan terus terpuruk dalam krisis keuangan.

Akhir Maret lalu sejumlah anggota parlemen yang beralih dukungan dari partainya ke partai oposisi membuat Khan sulit mempertahankan karir politiknya.

Khan berulang kali mengatakan oposisi Pakistan bersekongkol dengan kekuatan asing yang ingin menggulingkannya. Dia juga terang-terangan menyebut dirinya menjadi target dari konspirasi bikinan Amerika Serikat untuk menyingkirkannya lantaran dia menolak bekerja sama dengan Washington dalam isu terkait Rusia dan China.

Pihak AS mengatakan tuduhan itu tidak benar dan Khan tidak pernah memberikan bukti atas tudingannya.

Rekomendasi