China Kembali Kerahkan Puluhan Pesawat Tempur ke Taiwan

Ketegangan China-Taiwan meningkat sejak warga Taiwan memilih Tsai Ing-wen sebagai presiden pada 2016, yang ditanggapi Beijing dengan memutus komunikasi yang telah terjalin sebelumnya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
China Kembali Kerahkan Puluhan Pesawat Tempur ke Taiwan
bendera taiwan. ©AFP

China menerbangkan 39 pesawat tempur menuju Taiwan dalam serangan mendadak terbesarnya di tahun baru. Taiwan juga membalas dengan mengerahkan jetnya sendiri.

Formasi pada Minggu malam termasuk 24 unit jet tempur J-16 dan 10 unit jet J-10, di antara pesawat pendukung lainnya dan pesawat perang elektronik, menurut kementerian pertahanan Taiwan.

Kementerian Pertahanan menambahkan, angkatan udara Taiwan menanggapi dengan pesawatnya sendiri dan melacak pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada sistem radar pertahanan udaranya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (24/1).

Pilot China terbang menuju Taiwan hampir setiap hari dalam satu setengah tahun terakhir, sejak pemerintah Taiwan mulai menerbitkan data secara teratur. Serangan mendadak terbesar adalah 56 pesawat tempur dalam satu hari pada Oktober lalu.

Aktivitas tersebut umumnya berada di wilayah udara barat daya Taiwan dan jatuh ke dalam apa yang disebut militer Taiwan sebagai zona identifikasi pertahanan udara, atau ruang udara yang dipantaunya dari pertimbangan keamanan nasional.

Taiwan dan China berpisah selama perang saudara pada tahun 1949, tetapi China mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya sendiri. Akibatnya, Beijing menentang tindakan apa pun yang akan mengidentifikasi Taiwan sebagai negara berdaulat dan menempuh cara diplomatik dan militer untuk mengisolasi dan mengintimidasi Taiwan.

Ketegangan meningkat sejak warga Taiwan memilih Tsai Ing-wen sebagai presiden pada 2016, yang ditanggapi Beijing dengan memutus komunikasi yang telah terjalin sebelumnya dengan pemerintah pulau itu. Pendahulu Tsai bersahabat dengan China dan mendukung klaim Beijing bahwa keduanya adalah bagian dari satu negara China.

Rekomendasi