Danantara Investment Management (DIM), anak perusahaan dana abadi negara Danantara Indonesia, menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan JBS Group, produsen protein global terkemuka asal Brasil. Kemitraan ini bertujuan untuk mendorong pengembangan ekosistem protein di Indonesia.
Perjanjian kerja sama ini diumumkan pada Jumat (7 Agustus), menandai komitmen Danantara untuk berkolaborasi dengan pemain global. Kolaborasi ini sejalan dengan mandat investasi dana tersebut untuk memperkuat sektor strategis nasional.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan bahwa langkah strategis ini akan memberikan DIM akses ke pasar yang matang. Selain itu, kemitraan ini juga akan melibatkan tim manajemen berpengalaman dengan kapabilitas operasional yang terbukti.
Advertisement
Advertisement
Kemitraan Strategis dan Investasi Awal
Pandu Patria Sjahrir menjelaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi Danantara. Ia menambahkan, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka, yang akan berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia.
Langkah strategis ini juga akan memberikan Danantara Investment Management akses ke ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, serta kepada manajemen yang berpengalaman dengan kemampuan operasional yang telah teruji. Akses terhadap keahlian global ini sangat penting untuk meningkatkan standar dan efisiensi produksi protein di dalam negeri.
Kemitraan ini secara konkret melibatkan investasi awal sebesar US$2,5 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi 25 persen saham dalam perusahaan patungan (joint venture/JV) baru yang dibentuk. JV ini akan bertanggung jawab untuk mengelola operasional JBS di wilayah Australia dan Selandia Baru. Ini merupakan langkah awal yang signifikan dalam kolaborasi lintas negara tersebut.
Advertisement
Advertisement
Potensi Pengembangan dan Ekspansi Regional
Selain investasi awal, perusahaan patungan tersebut memiliki potensi untuk mengumpulkan tambahan pembiayaan investasi hingga US$2,5 miliar secara bertahap. Dengan demikian, total modal yang tersedia untuk pengembangan dapat mencapai US$5 miliar. Skala investasi ini menunjukkan ambisi besar kedua belah pihak.
Pandu Sjahrir lebih lanjut menjelaskan bahwa pembiayaan substansial ini akan dialokasikan untuk mendanai berbagai akuisisi dan investasi greenfield. Fokus utama investasi ini akan berada di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru. Ini mengindikasikan strategi ekspansi yang komprehensif di seluruh wilayah.
Dari sisi JBS, Chief Executive Officer JBS Global, Gilberto Tomazoni, menegaskan bahwa kemitraan dengan Danantara ini menandai langkah penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaannya, khususnya untuk kawasan Asia Tenggara. Hal ini menunjukkan pentingnya pasar Asia Tenggara bagi JBS.
Advertisement
Tomazoni menyatakan, "Bersama Danantara, kami berada dalam posisi yang baik untuk memperluas kehadiran kami di Indonesia dan Asia Tenggara, memperkuat rantai pasokan protein regional, memperluas akses pasar, dan mempercepat pengembangan sektor protein Indonesia." Kemitraan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga stabilitas pasokan protein di seluruh wilayah.
Sumber: AntaraNews