Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan lebih dari 150.000 siswa akan terdaftar dalam program Sekolah Rakyat hingga tahun 2027. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dan mereka yang putus sekolah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan target ini akan dicapai melalui pengembangan sekolah percontohan.
Target ambisius ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap kabupaten dan kota memiliki setidaknya satu gedung Sekolah Rakyat permanen. Gedung-gedung ini diharapkan memiliki kapasitas lebih dari 2.000 siswa. Saat ini, lebih dari 43.000 siswa telah terdaftar dalam program ini.
Peningkatan signifikan jumlah siswa hingga 150.000 diharapkan terealisasi tahun depan setelah pembangunan gedung permanen rampung di berbagai daerah. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang sulit diakses, termasuk anak jalanan yang membutuhkan perhatian khusus.
Advertisement
Advertisement
Visi Jangka Panjang dan Target Ambisius Sekolah Rakyat
Kemensos menetapkan target ambisius untuk program Sekolah Rakyat, yaitu menjangkau lebih dari 150.000 siswa pada tahun 2027. Target ini merupakan upaya pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang kurang beruntung. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pencapaian target ini akan didukung oleh pembangunan sekolah percontohan di berbagai wilayah.
Visi jangka panjang pemerintah adalah memastikan setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki setidaknya satu gedung Sekolah Rakyat permanen. Gedung-gedung ini dirancang untuk menampung lebih dari 2.000 siswa, menunjukkan skala komitmen pemerintah terhadap pendidikan inklusif. Ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan pendidikan yang masih ada.
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah berhasil menjangkau lebih dari 43.000 siswa. Namun, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah ini diharapkan melonjak menjadi lebih dari 150.000 pada tahun depan. Peningkatan drastis ini akan terjadi seiring dengan penyelesaian pembangunan gedung-gedung permanen di setiap daerah.
Advertisement
Advertisement
Tantangan dan Strategi Penjangkauan Anak Jalanan
Menjangkau anak jalanan untuk diajak kembali ke bangku sekolah bukanlah tugas yang mudah, seperti diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Petugas lapangan terkadang harus menghabiskan waktu hingga 24 jam hanya untuk melacak keberadaan anak-anak ini. Dedikasi tinggi diperlukan untuk memastikan mereka mendapatkan hak pendidikan.
Pemerintah melalui Kemensos akan terus memperluas sekolah percontohan bagi anak-anak putus sekolah atau yang tidak bersekolah sama sekali. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak yang sering menghabiskan waktu sekolah dengan mengamen atau mencari nafkah di pasar dan tempat umum lainnya.
Sebagai bagian dari upaya perluasan ini, Kemensos telah mengalihfungsikan salah satu gedung milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjadi fasilitas Sekolah Rakyat. Gedung yang biasanya digunakan untuk kelas di Politeknik Penerbangan Indonesia ini kini memberikan kesempatan baru bagi anak-anak yang membutuhkan.
Advertisement
Advertisement
Progres dan Dukungan Pendidikan Adaptif
Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menjangkau 400 anak jalanan. Dari jumlah tersebut, 300 anak telah melalui asesmen dan memenuhi syarat untuk segera memulai kelas di Sekolah Rakyat. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan yang dilakukan oleh Kemensos.
Namun, lebih dari 100 anak lainnya memerlukan periode penyetaraan atau matrikulasi terlebih dahulu di fasilitas yang dioperasikan oleh Kemensos. Hal ini dikarenakan beberapa dari mereka belum bisa membaca, memiliki masalah kesehatan, atau menghadapi kesulitan lain yang memerlukan penanganan khusus.
Kemensos berkomitmen untuk memberikan dukungan pendidikan adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan individu setiap anak. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakang atau tantangan yang dihadapi, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews