Pemerintah Transisi Sudan Sebut Upaya Kudeta Pejabat Militer dan Sipil Gagal

Pemerintah Sudan melaporkan sebuah upaya kudeta yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan transisi, menyalahkan pejabat militer dan sipil dari mantan pemerintah Presiden Omar Al-Bashir yang digulingkan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Pemerintah Transisi Sudan Sebut Upaya Kudeta Pejabat Militer dan Sipil Gagal
demo antipemerintah di sudan. ©Sudanese activist/AP

Pemerintah Sudan melaporkan sebuah upaya kudeta yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan transisi, menyalahkan pejabat militer dan sipil dari mantan pemerintah Presiden Omar Al-Bashir yang digulingkan.

Televisi pemerintah Sudan awalnya melaporkan upaya kudeta pada Selasa pagi, menyerukan masyarakat melawan upaya tersebut.

“Semua terkendali. Revolusi yang menang,” kata anggota dewan militer-sipil, Mohamed Al Faki Suleiman, dalam sebuah unggahan di Facebook, dilansir Al Jazeera, Selasa (21/9).

Beberapa jam kemudian, Menteri Informasi Hamza Baloul mengatakan pejabat militer dan sipil yang terkait dengan pemerintahan mantan presiden Omar Al-Bashir yang digulingkan mencoba melakukan kudeta tapi dengan cepat berhasil dikendalikan.

“Kami berhasil mengendalikan upaya kudeta oleh pejabat militer pada Selasa pagi,” kata Hamza Baloul.

Dia menambahkan, pihak berwenang telah menangkap para pemimpin upaya kudeta tersebut, yang melibatkan pejabat militer dan sipil dari pemerintahan sebelumnya.
Seorang sumber menyampaikan kepada Al Jazeera, informasi terkait upaya kudeta itu diterima pemerintah pada Senin malam.

Melaporkan dari Khartoum, wartawan Al Jazeera Hiba Morgan mengatakan situasi di Khartoum pada pagi hari terlihat normal, kecuali jembatan yang menuju ke Omdurman, kota kembar ibu kota, ditutup.

“Ada tank-tank di jembatan untuk mencegah warga sipil menyeberang dan sejumlah orang bertanya mengapa ada tank,” lapor Morgan.

“Lalu muncul laporan ada upaya kudeta yang gagal.”

Dia menjelaskan, pejabat menyampaikan kudeta termasuk upaya untuk mengambil alih televisi pemerintah dan markas angkatan darat, termasuk upaya untuk membubarkan Dewan Para Menteri dan Dewan Kedaulatan yang membentuk pemerintah transisi.

Morgan melaporkan, rincian lebih jelas terkait motif dan siapa sebenarnya yang berada di balik kudeta ini belum tersedia, dan tidak ada faksi politik yang mengklaim bertanggung jawab.

Sudan tengah berada di jalur menuju kekuasaan demokratis yang rapuh sejak militer menggulingkan Omar Al-Bashir pada April 2019, setelah empat bulan unjuk rasa massal menentang penguasa yang telah menjabat cukup lama tersebut.

Sudan saat ini diperintah oleh pemerintahan transisi terdiri dari perwakilan sipil dan militer yang terbentuk setelah penggulingan Bashir dan bertugas untuk mengawasi kembalinya kekuasaan sipil sepenuhnya.

Perpecahan politik dan masalah ekonomi yang diwarisi dari rezim Bashir membayangi transisi ini.

Ketegangan antara sipil dan militer terus berlanjut. Termasuk ketegangan antara militer dan pasukan paramiliter Rapid Support, yang beroperasi di bawah naungan militer.

Rekomendasi