Bank sentral Afghanistan yang dikendalikan Taliban menyampaikan pihaknya telah menyita uang tunai sebesar hampir USD 12,4 juta atau sekitar Rp 176 miliar dan emas dari para mantan pejabat tinggi Afghanistan pada Rabu, termasuk mantan Wakil Presiden Amrullah Saleh.
Dalam sebuah pernyataan, bank sentral mengatakan uang dan emas tersebut disimpan di rumah-rumah para pejabat, walaupun belum diketahui apa tujuannya.
Keberadaan Amrullah Saleh juga tidak diketahui. Dia telah berjanji untuk melawan Taliban, yang berhasil merebut kekuasaan sebulan lalu, dan pekan lalu, seorang anggota keluarga mengatakan Taliban mengeksekusi saudara laki-laki Saleh, Rohullah Azizi.
Dikutip dari Reuters, Kamis (16/9), dalam sebuah pernyataan terpisah, bank sentral meminta warga Afghanistan menggunakan mata uang lokal, Afghani. Permintaan ini datang di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa bank negara dan BUMN kehabisan uang, khususnya dolar, yang digunakan secara meluas.
Ada pertanda Taliban sedang berusaha mengembalikan aset milik para mantan pejabat pemerintah, dan bank sentral menerbitkan surat edaran kepada bank lokal pekan lalu, meminta mereka membekukan rekening orang-orang yang berkaitan dengan pemerintahan sebelumnya, seperti disampaikan dua pegawai bank komersial.