Supermarket di Selandia Baru Tarik Pisau dari Rak Setelah Insiden Penikaman

Supermarket lainnya juga telah mencabut diskon untuk produk pisau.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Supermarket di Selandia Baru Tarik Pisau dari Rak Setelah Insiden Penikaman
Serangan teror di supermarket Selandia Baru. ©MARIKA KHABZI/RADIO NEW ZEALAND/AFP

Grup supermarket Countdown di Selandia Baru menyampaikan pada Sabtu, pihaknya telah menarik pisau dan gunting dari rak-raknya, sehari setelah seorang ekstremis yang terinspirasi ISIS menusuk enam orang di salah satu toko mereka.

“Semalam, kami membuat keputusan untuk menarik pisau dan gunting dari rak-rak kami sementara kami mempertimbangkan apakah kami akan terus menjualnya atau tidak,” kata manajer umum keamanan Countdown, Kiri Hannifin, dikutip dari The Straits Times, Minggu (5/9).

“Kami ingin seluruh tim kami merasa aman ketika mereka datang bekerja, terutama mempertimbangkan adanya kejadian kemarin,” lanjutnya.

Supermarket lainnya juga telah mencabut diskon untuk produk pisau, berdasarkan laporan dari media lokal.

Polisi menembak mati pelaku, seorang warga asal Sri Lanka yang tidak dapat disebutkan namanya karena perintah pengadilan.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menyampaikan pada Sabtu, total tujuh orang terluka dalam insiden tersebut dan tiga orang dalam kondisi kritis.

Polisi membuntuti pria tersebut ketika dia menuju supermarket Countdown di mal New Lynn, Auckland. Polisi berpikir pelaku pergi berbelanja, tapi dia mengambil sebuah pisau dari rak dan mulai menikam orang-orang.

Polisi menyampaikan mereka menembak pelaku dalam waktu semenit saat dia mulai menyerang.

PM Ardern mengatakan pelaku telah diawasi sejak 2016 karena mendukung ideologi ISIS. Karena aturan hukum pria tersebut belum bisa dipenjara, dia tetap diawasi aparat berwenang.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma

Rekomendasi