Kelompok pemberontak Taliban berhasil memasuki Kabul pada Minggu dan menduduki istana presiden. Setelah berhasil menduduki istana presiden, Taliban mengumumkan perang telah berakhir dan saatnya mempersiapkan pemerintahan baru.
Juru bicara dan negosiator Taliban, Suhail Shaheen, menyampaikan kepada AP, pihaknya akan menggelar perundingan dalam beberapa hari ke depan membahas pembentukan pemerintahan Islam yang terbuka dan inklusif.
Sebelumnya, seorang pejabat Taliban mengatakan kelompoknya akan mengumumkan dari istana restorasi Emirat Islam Afghanistan atau Negara Islam Afghanistan, nama resmi negara tersebut saat masih di bawah kekuasaan Taliban sebelum disingkirkan pasukan yang dipimpin AS pada 2001.
Setelah Taliban memasuki Kabul, negosiatornya membahas peralihan kekuasaan, kata seorang pejabat Afghanistan. Pejabat yang menolak disebutkan namanya ini mengatakan negosiasi tertutup itu berlangsung tegang, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (17/8).
Belum jelas kapan penyerahan kekuasaan akan dilaksanakan dan siapa dari pihak Taliban yang terlibat negosiasi. Negosiator dari pihak pemerintah termasuk mantan Presiden Hamid Karzai, pemimpin politik Hizb-e-Islami dan kelompok para militer Gulbuddin Hekmatyar, dan Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, Abdullah Abdullah.
Karzai muncul dalam sebuah video yang diunggah online, dia bersama tiga orang putrinya, mengatakan dia masih berada di Kabul.
“Kami berusaha menyelesaikan masalah Afghanistan dengan pemimpin Taliban secara damai,” ujar Karzai.
Penjabat Menteri Pertahanan Afghanistan, Bismillah Khan Mohammadi, mengkritik keras Presiden Ashraf Ghani yang melarikan diri.
“Mereka mengikat tangan kami dari belakang dan menjual negara ini,” tulisnya di Twitter.
“Terkutuklah Ghani dan gengnya.”
Sebelumnya Taliban menegaskan anggotanya tidak akan memasuki rumah-rumah warga atau mengganggu usaha warga. Mereka juga berjanji memberikan pengampunan bagi pegawai pemerintah dan pasukan asing.
Tapi ada sejumlah laporan pembunuhan balas dendam dan taktik brutal lainnya di sejumlah wilayah di Afghanistan yang berhasil direbut Taliban dalam beberapa hari terakhir.