Sadiq Khan kemarin kembali terpilih sebagai wali kota London, Inggris.
Khan dari Partai Buruh yang menjadi wali kota muslim pertama di ibu kota negara Barat itu meraih kemenangan pertama pada 2016 mengalahkan pesaingnya Shaun Bailey, kandidat dari Partai Konservatif yang mendukung Boris Johnson sebagai perdana menteri.
Dilansir dari laman Reuters, Minggu (9/5), Khan meraih 55,2 persen suara berbanding 44,8 persen yang diperoleh Bailey. Kemenangan Khan ini sebelumnya sudah banyak diduga banyak pengamat meski selisih kemenangannya tidak sebesar lima tahun lalu.
"Saya sangat tersanjung untuk kembali dipercaya warga London untuk terus memimpin kota terhebat di muka bumi ini," kata Khan dan memprioritaskan lapangan kerja dan membangkitkan kembali ekonomi wisata London dalam kampanyenya.
"Saya berjanji untuk mengerahkan segala kemampuan untuk membangun masa depan yang lebih cerah bagi London setelah gelapnya masa pandemi."
Khan merupakan mantan anggota parlemen yang kemudian menggantikan Johnson untuk memimpin ibu kota Inggris yang berpenduduk hampir sembilan juta jiwa. Dia belakangan mendapat kritikan atas meningkatnya kekerasan di London, terutama kasus-kasus penikaman.
Khan dikenal dengan perseteruannya di Twitter ketika dia berdebat dengan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tentang sejumlah isu keamanan.