Kelompok Bersenjata Kembali Culik Sejumlah Pelajar di Nigeria

Media lokal melaporkan, para penyerang, memakai seragam militer dan masker, menyerbu asrama sekolah dan menculik para pelajar. Beberapa anak berhasil melarikan diri dalam insiden itu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kelompok Bersenjata Kembali Culik Sejumlah Pelajar di Nigeria
Ratusan siswa korban penculikan Boko Haram dibebaskan. ©KOLA SULAIMON/AFP

Sekelompok pria bersenjata menculik sejumlah anak dari sebuah sekolah menengah di negara bagian Niger, Nigeria, menurut media lokal dan para pejabat. Jumlah pelajar yang diculik ini belum terkonfirmasi.

Sekretaris pemerintah negara bagian Niger, Ibrahim Matane, menyampaikan kepada BBC News Pidgin, para pria bersenjata menyerang Sekolah Sains Negeri di Kagara, sekitar 270 kilometer barat laut Abuja, ibu kota negara, sekitar pukul 03.00 pagi pada Rabu.

Media lokal melaporkan, para penyerang, memakai seragam militer dan masker, menyerbu asrama sekolah dan menculik para pelajar. Beberapa anak berhasil melarikan diri dalam insiden itu.

Dilansir Aljazeera, Rabu (17/2), Sekolah Sains Negeri ini memiliki siswa sekitar ribuan orang. Pihak sekolah mulai menghitung jumlah anak yang hilang.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah, tapi mantan Senator Shehu Sani menyampaikan di Twitter terkait penculikan tersebut, mengatakan anggota keluarga staf sekolah juga diculik para penjahat bersenjata itu.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab.

Insiden ini terjadi beberapa jam setelah para penjahat merilis sebuah video lebih dari 20 anak diculik dari bus angkutan umum di dekat kota Zungeru, Niger.

Insiden ini meningkatkan kekhawatiran terkait keamanan dan kekerasan di wilayah utara negara itu.

Pada Desember 2020, kelompok bersenjata Boko Haram mengklaim bertanggung jawab atas penculikan ratusan siswa dari sekolah khusus anak laki-laki di negara bagian Katsina.

Lebih dari 300 dibebaskan setelah ditawan selama beberapa hari.

Pada 2014, Boko Haram juga menculik ratusan pelajar dari sekolah khusus perempuan di kota
Chibok, negara bagian Borno, mengundang kecaman internasional. Beberapa gadis berhasil melarikan diri, sementara yang lainnya diselamatkan dan dibebaskan. Sementara nasib lebih dari 100 gadis belum diketahui sampai sekarang.

Pada January, Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari mengganti komandan tertinggi militer setelah mendapat tekanan selama berbulan-bulan karena responsnya terhadap situasi keamanan negara yang memburuk.

Sejak 2009, sedikitnya 36.000 orang tewas dalam konflik bersenjata di negara tersebut.

Rekomendasi