Seorang pejabat militer Spanyol mengundurkan diri pada Sabtu setelah mendapat vaksinasi padahal tak masuk dalam daftar prioritas.
Kepala Staf Angkatan Darat Spanyol, Jenderal Miguel Angel Villaroya mengundurkan diri setelah munculnya skandal di kalangan pejabat militer dan politik yang mendapat jatah vaksinasi lebih dulu yang seharusnya diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan penghuni panti jompo.
“Untuk menjaga citra angkatan darat, Jenderal Villaroya hari ini mengajukan pengunduran dirinya ke Menteri Pertahanan,” jelas angkatan darat dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Arabiya, Minggu (24/1).
Jenderal 63 tahun itu mengatakan dia tak pernah bermaksud memanfaatkan hak istimewanya untuk mendapatkan vaksin lebih awal.
Pengunduran dirinya disetujui oleh Menteri Pertahanan, Margarita Robles, seperti disampaikan salah seorang sumber kepada AFP.
Advertisement
Pengunduran diri Villaroya terjadi hanya sehari setelah Kementerian Dalam Negeri memecat seorang letnan kolonel yang bertugas sebagai staf penghubung pengawal sipil, karena laporan internal menemukan bahwa dia telah divaksin padahal tak masuk daftar prioritas.
Laporan tersebut menyebut beberapa anggota staf pertahanan lainnya menerima vaksin secara ilegal, dan Robles memperingatkan pejabat yang mengundurkan diri akan bertambah.
Sejumlah politikus juga mengundurkan diri karena menerima vaksin secara bergantian, termasuk Manuel Villegas, penasihat kesehatan untuk wilayah Murcia tenggara.
Tetapi Javier Guerreron, penasihat kesehatan lainnya menolak untuk mengundurkan diri, mengklaim dia tidak melanggar protokol apa pun.
“Saya tidak ingin divaksinasi,” ujarnya, menambahkan bahwa dia “tidak suka vaksin.”
Spanyol salah satu negara yang paling parah terdampak pandemi. Negara ini mencatat 55.441 kematian dari hampir 2,5 juta kasus infeksi virus corona.