Pasukan Prancis membunuh Bah ag Moussa, seorang pemimpin militer Al-Qaidah cabang Afrika Utara, dalam sebuah operasi di Mali. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly pada Jumat.
Mantan kolonel angkatan darat Mali tersebut, juga dikenal sebagai Bamoussa Diarra, adalah tangan kanan Iyad Ag Ghali, pemimpin kelompok ekstremis ternama di Mali, Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM). Kelompok ini berulang kali menyerang tentara dan warga sipil di Mali dan negara tetangganya Burkina Faso.
"Sosok bersejarah dalam gerakan jihadis di Sahel, Bah ag Moussa bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap warga Mali dan pasukan internasional," kata Parly dalam sebuah pernyataan, dilansir Alarabiya, Jumat (13/11).
Moussa, masuk dalam daftar terorisme Amerika Serikat, terbunuh pada Selasa setelah sebuah operasi melibatkan pasukan darat dan helikopter dan terjadi setelah serangkaian operasi yang membuat pasukan Prancis membunuh puluhan teroris dalam beberapa pekan terakhir.
"Ini adalah sebuah kesuksesan besar dalam melawan terorisme," jelas Parly.
Prancis memiliki lebih dari 5.100 personel tersebar di seluruh wilayah tersebut dengan jumlah besar di Mali yang bertugas melawan meningkatnya gerakan militan.