Azerbaijan, Armenia, dan Rusia Sepakat Akhiri Perang di Nagorno-Karabakh

Pemimpin tiga negara telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan. Perjanjian ini akan mulai berlaku hari Selasa ini.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Azerbaijan, Armenia, dan Rusia Sepakat Akhiri Perang di Nagorno-Karabakh
Rudal-Rudal yang Tak Meledak Saat Pertempuran Armenia-Azerbaijan. ©2020 AFP/ARIS MESSINIS

Pemimpin tiga negara telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan. Perjanjian ini akan mulai berlaku hari Selasa ini.

Armenia, Azerbaijan dan Russia menyampaikan pada Selasa, mereka telah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik militer tersebut.

"Saya telah menandatangani sebuah pernyataan dengan Presiden Rusia dan Azerbaijan terkait penghentian perang Karabakh," kata Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan di unggahan Facebooknya, dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (10/11).

Pashinyan juga menyebut langkah tersebut "sangat menyakitkan bagi saya secara pribadi dan bagi rakyat kami."

"Pernyataan trilateral yang ditandatangani akan menjadi poin (penting) dalam penyelesaian konflik," katanya kemudian dalam pertemuan online yang disiarkan televisi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami percaya bahwa kesepakatan yang dicapai akan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk penyelesaian krisis jangka panjang dan penuh di sekitar Nagorno-Karabakh secara adil dan untuk kepentingan rakyat Armenia dan Azerbaijan," jelas Presiden Putin.

Putin menambahkan, kedua belah pihak telah terlibat dalam pertukaran tawanan perang dan jenazah. Pakta tersebut juga mencakup "gencatan senjata total" yang dimulai pada Selasa tengah malam waktu Moskow.

Pemimpin wilayah Nagorno-Karabakh, Araiyak Harutyunyan mengatakan di Facebook, dia sepakat "untuk mengakhiri perang secepat mungkin."

Sementara itu, pengunjuk rasa Armenia yang marah atas kesepakatan tersebut menyerbu markas pemerintah di Yerevan, seperti dilaporkan AFP. Ribuan orang dilaporkan berkumpul di luar gedung pemerintah dan ratusan orang masuk, menggeledah kantor dan memecahkan jendela.

Era Persatuan Nasional

Deklarasi damai tersebut menyusul enam pekan pertempuran sengit antara kedua negara. Azerbaijan mengatakan pada Senin, pihaknya telah merebut puluhan permukiman lagi di Nagorno-Karabakh, sehari setelah mengumumkan kemenangan dalam pertempuran untuk kota terbesar kedua itu.

"Keputusan dibuat berdasarkan analisis mendalam tentang situasi pertempuran dan dalam diskusi dengan para ahli terbaik di lapangan," jelas Pashinyan.

"Ini bukan kemenangan tapi tidak ada kekalahan sampai Anda menganggap diri Anda kalah. Kami tidak akan pernah menganggap diri kami kalah dan ini akan menjadi awal baru dari era persatuan dan kelahiran kembali nasional kami."

Azerbaijan mengatakan telah merebut kembali sebagian besar tanah di dan sekitar Nagorno-Karabakh, yang hilang dalam perang 1991-1994 yang menewaskan sekitar 30.000 orang. Ribuan orang dikhawatirkan tewas dalam konflik tersebut, dan tiga gencatan senjata telah gagal dicapai dalam enam pekan terakhir.

Rekomendasi