Erdogan Serukan Warga Turki Tidak Beli Barang Produk Prancis

Muslim mengancam boikot terkait pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini yang mengklaim Islam adalah agama yang sedang berada dalam krisis di seluruh dunia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Erdogan Serukan Warga Turki Tidak Beli Barang Produk Prancis
Presiden Recep Tayyip Erdogan. ©2017 Bloomberg

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan warganya tak membeli barang-barang produksi Prancis, di tengah meningkatnya seruan boikot di sejumlah negara Muslim.

Pidatonya pada Senin memperlebar keretakan antara Turki dan Prancis.

"Saya menyerukan rakyat saya di sini. Jangan pernah membanggakan barang-barang bermerek Prancis, jangan beli mereka," pesannya dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, dikutip dari Aljazeera, Selasa (27/10).

Muslim mengancam boikot terkait pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini yang mengklaim Islam adalah agama yang sedang berada dalam krisis di seluruh dunia. Banyak juga muslim yang marah karena Prancis mendukung karikatur Nabi Muhammad yang diterbitkan kembali oleh majalah Charlie Hebdo.

Mereka yang di Prancis mengatakan karikatur harus diizinkan sebagai bagian kebebasan berbicara. Namun Muslim menganggap gambar itu menyinggung karena menghubungkan Islam dengan terorisme, dan penggambaran Nabi Muhammad dilarang dalam Islam.

Erdogan juga mencela meningkatnya Islamophobia di Eropa, dan mengatakan permusuhan terhadap Islam dan Muslim telah menjadi kebijakan di beberapa negara Eropa.

Kepada para pemimpin dunia, dia mengatakan: "Jika ada persekusi Muslim di Prancis, mari lindungi Muslim bersama-sama."

"Politikus Eropa seharusnya mengatakan 'hentikan' kampanye kebencian yang dipimpin Presiden Prancis Macron."

Di sejumlah negara mayoritas Muslim, banyak orang turun ke jalan berunjuk rasa termasuk protes di media sosial menentang Macron dan Prancis.

Sebelumnya pada Sabtu, Erdogan mengatakan Macron bermasalah dengan Muslim dan perlu memeriksakan kejiwaannya. Pernyataan ini membuat Prancis menarik duta besarnya dari Ankara.

Asosiasi perdagangan di negara Arab juga memboikot produk Prancis dan menariknya dari rak-rak supermarket. Kampanye boikot juga marak disuarakan di media sosial.

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif menulis di Twitter bahwa Muslim adalah "korban utama 'pemuja kebencian'".

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan Macron seharusnya menyembuhkan dan meniadakan ruang bagi para ekstremis daripada menciptakan polarisasi dan marginalisasi lebih jauh yang dapat memicu radikalisasi.

Rekomendasi