Kisah Ang Rita Sherpa, Pemegang Rekor 10 Kali Daki Everest Tanpa Botol Oksigen

Ang Rita Sherpa pertama kali mencapai puncak gunung tertinggi di dunia pada 1983.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kisah Ang Rita Sherpa, Pemegang Rekor 10 Kali Daki Everest Tanpa Botol Oksigen
ang rita sherpa. ©Twitter/Tirthagrg

Ang Rita Sherpa yang dijuluki Macan Tutul Salju hingga kini tercatat sebagai satu-satunya pendaki Gunung Everest pemecah rekor dengan 10 kali mencapai puncak gunung tertinggi di dunia itu tanpa bantuan botol oksigen. Kemarin dia meninggal dalam usia 72 tahun.

Keluarganya mengatakan, dia meninggal di ibu kota Kathmandu pada hari Senin kemarin akibat menderita penyakit otak dan hati.

Kepergiannya digambarkan sebagai kerugian besar bagi Nepal dan komunitas pendaki gunung sedunia.

Ang Rita Sherpa pertama kali mencapai puncak gunung tertinggi di dunia pada 1983.

Dilansir dari laman BBC News, Selasa (22/9), Ang Rita diakui oleh Guinness World Records pada tahun 2017 sebagai satu-satunya orang di dunia yang telah mendaki Gunung Everest 10 kali tanpa botol oksigen antara tahun 1983 dan 1996. Rekor tersebut masih bertahan hingga sekarang.

Dia juga mencapai pendakian musim dingin pertama di gunung setinggi 8,848m (29,028 kaki) itu tanpa oksigen tambahan pada tahun 1987. Keahliannya memanjat membuatnya mendapat julukan Snow Leopard atau Si Macan Tutul Salju.

“Dia aktif seperti macan tutul salju di pegunungan dan itu unik, itulah mengapa persaudaraan pendaki gunung memutuskan untuk memberinya gelar (Macan Tutul Salju) sebagai suatu kehormatan,” jelas Ang Teshring Sherpa, pendaki gunung veteran Nepal dan mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal (NMA).

Para pendaki gunung mengatakan Ang Rita adalah inspirasi bagi mereka dan kursus pelatihan pendakian Nepal juga diambil dari pengalaman dan keterampilannya.

“Wisata gunung kami berhutang banyak padanya,” ujar Santa Bir Lama, presiden NMA saat ini.

Departemen pariwisata Nepal mengatakan kontribusinya pada pendakian gunung akan selalu dikenang.

Jasadnya kini telah dipindahkan ke sebuah biara di Kathmandu dan akan dikremasi pada akhir pekan ini.

Komunitas Sherpa adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah Himalaya, tetapi bagi banyak orang di luar Nepal, kata “Sherpa” menjadi sinonim dengan mereka yang bekerja sebagai pemandu gunung.

Reporter Magang: Galya Nge

Rekomendasi