Arab Saudi Sambut Jemaah Haji dengan Aturan Ketat Cegah Covid-19

Arab Saudi mulai menyambut kelompok pertama jemaah haji pada Jumat, yang dipilih berdasarkan persyaratan spesifik, di tengah berbagai tindakan ketat pencegahan virus corona.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arab Saudi Sambut Jemaah Haji dengan Aturan Ketat Cegah Covid-19
Protokol kesehatan pelaksanaan haji di Masjidil Haram. ©AFP

Arab Saudi mulai menyambut kelompok pertama jemaah haji pada Jumat, yang dipilih berdasarkan persyaratan spesifik, di tengah berbagai tindakan ketat pencegahan virus corona.

Karena pandemi virus corona, negara kerajaan tersebut hanya mengizinkan mereka yang tinggal di negara tersebut dan yang memenuhi kriteria tertentu untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini, yang merupakan salah satu rukun Islam.

Jemaah yang berkesempatan haji tahun ini dipilih secara acak melalui sistem undian otomatis, tanpa keterlibatan manusia, kata Menteri Urusan Haji dan Umrah, Muhammad Saleh bin Taher Banten.

"(Mereka) yang melakukan haji tahun ini, Allah memilih dari jutaan orang untuk melaksanakan ibadah haji," ujarnya kepada Alarabiya, dikutip Rabu (29/7).

Saat tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, para jemaah calon haji harus melalui proses skrining sebelum dipindahkan ke bus yang akan mengantarkan mereka ke hotel di mana mereka akan dikarantina selama delapan hari sampai ritual ibadah dimulai pada 29 Juli.

Di pintu masuk hotel, suhu tubuh dicek dan jemaah diwajibkan memakai masker sepanjang waktu. Saat antre di pintu masuk hotel, jemaah wajib menerapkan jaga jarak sosial.

Hotel, yang terletak di Makkah, berada di dekat titik pertemuan yang ditentukan Kementerian Kesehatan sebagai tempat di mana para jemaah berkumpul setiap hari untuk diangkut ke situs-situs suci kota Makkah mulai pada hari pertama pelaksanaan ibadah haji.

Kementerian Haji dan Umrah telah menerapkan langkah-langkah pencegahan ketat di hotel untuk menjaga keselamatan para jemaah termasuk menyediakan ruang terpisah dan cairan pembersih tangan untuk setiap orang, serta menegakkan aturan jarak sosial.

Peserta diminta untuk mengisolasi diri di rumah selama tujuh hari sebelum tiba di Makkah, sebagai bagian dari persyaratan. Mereka yang tinggal cukup dekat dengan Makkah tidak diharuskan untuk tinggal di hotel tetapi harus tetap terisolasi di rumah mereka sampai hari pertama pelaksanaan ibadah haji.

Sementara itu, individu yang terinfeksi virus, tetapi telah sembuh, tidak perlu karantina dan tiba di Makkah tiga hari sebelum pelaksanaan ibadah haji.

Pada Februari, pihak berwenang di Arab Saudi menunda izin masuk jemaah umrah karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona. Pada Juni, Arab Saudi mengizinkan haji terbatas yang dihadiri sekitar 1.000 orang.

Mereka yang terpilih adalah semua penduduk di Arab Saudi dan berusia antara 20 dan 50 tahun, sesuai dengan kriteria yang disyaratkan oleh pihak berwenang.

Prioritas diberikan kepada warga non-Saudi yang tidak memiliki riwayat penyakit dan belum pernah melakukan ibadah haji.

Warga negara Saudi yang merupakan petugas medis atau pasukan keamanan dan telah sembuh dari virus juga diberi kesempatan untuk melakukan haji tahun ini sebagai bentuk penghargaan atas upaya mereka dalam memerangi krisis Covid-19 di negara ini.

Rekomendasi