Dampak pandemi virus corona dirasakan oleh berbagai kalangan dan salah satu yang paling terpengaruh adalah sopir taksi online. Pembatasan operasional dan larangan bepergian membuat para sopir tidak punya pendapatan sama sekali.
Pemerintah Arab Saudi pun mengumumkan akan memberikan bantuan berupa uang tunai kepada para sopir khusus yang berkewarganegaraan Saudi.
Dilansir Al Arabiya, Selasa (12/5), Menteri Transportasi Saleh bin Nasser al-Jasser mengatakan Raja Salman bin Abdulaziz telah menyetujui inisiatif tersebut.
Selain warga negara Saudi, yang akan mendapat bantuan itu adalah mereka yang bekerja penuh waktu sebagai sopir taksi online dan harus terdaftar di Otoritas Transportasi Umum Saudi. Mereka juga tidak boleh memiliki pekerjaan lain.
Jika semua syarat terpenuhi, sopir taksi online akan menerima bantuan setara dengan gaji bulanan minimum (UMR) selama tiga bulan. Diperkirakan ada lebih dari 200.000 warga negara Saudi yang terdaftar bekerja aplikasi taksi online.
Advertisement
Sejak bulan April, pemerintah Arab Saudi membatasi operasional taksi online. Sementara aplikasi berbagi tumpangan Uber mengumumkan awal April bahwa mereka menghentikan sementara layanannya di beberapa kota di Arab Saudi, termasuk Riyadh, Tabuk, Dammam, Dhahran dan Al-Hofuf, termasuk Jeddah, Taif, Qatif dan Khobar.
Pemerintah Saudi juga telah memberlakukan jam malam 24 jam di daerah-daerah itu.
Pemerintah telah mengumumkan beberapa inisiatif untuk mendukung mereka yang terkena dampak, termasuk mengucurkan sekitar 1,2 miliar Riyal Saudi (USD319 juta) kepada lebih dari 400.000 warga negara Saudi yang bekerja di perusahaan sektor swasta yang terkena dampak dampak pandemi virus corona.