Kesal Soal Corona, Donald Trump Hentikan Sementara Dana untuk WHO

Trump beralasan, lembaga PBB itu menutupi kegentingan wabah Covid-19 di China sebelum menyebar di seluruh dunia.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Kesal Soal Corona, Donald Trump Hentikan Sementara Dana untuk WHO
Senyuman Donald Trump Usai Batal Dimakzulkan. ©2020 REUTERS/Leah Millis

Presiden Amerika Serika (AS), Donald Trump pada Selasa mengumumkan penangguhan dana AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump beralasan, lembaga PBB itu menutupi kegentingan wabah Covid-19 di China sebelum menyebar di seluruh dunia.

Trump mengatakan pada konferensi pers, dia menginstruksikan pemerintahannya untuk menghentikan pendanaan sementara "sebuah kajian dilakukan untuk menilai peran WHO yang salah mengelola dan menutupi penyebaran virus corona."

Menurut Trump, WHO mencegah transparansi terkait wabah dan AS - penyandang dana terbesar badan PBB, menganggarkan USS 400 juta tahun lalu - sekarang akan "membahas apa yang kita lakukan dengan semua uang yang masuk ke WHO."

"Dengan pecahnya pandemi Covid-19, kami memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin," kata Trump, dilansir dari Times of Israel, Rabu (15/4).

Trump juga menilai organisasi itu bias terhadap China dan berkolusi untuk mencegah saingan ekonomi utama AS itu terbuka tentang bencana kesehatan ini.

Dia mengatakan sikap WHO ini membuang waktu negara-negara lain untuk mempersiapkan diri dan menunda keputusan untuk menghentikan perjalanan internasional.

"Seandainya WHO melakukan tugasnya untuk membawa para ahli medis ke China untuk menilai secara objektif situasi di lapangan dan untuk menyebut kurangnya transparansi China, wabah itu bisa saja tertahan di sumbernya dengan kematian yang sangat sedikit," jelasnya.

Ini akan menyelamatkan ribuan nyawa dan menghindari kerusakan ekonomi dunia. Tapi justru WHO mempercayai China dan membela tindakan pemerintah China," lanjutnya.

Para kritikus menilai, saat wabah virus corona baru muncul di China, Trump kerap memuji penanganan Beijing dan meremehkan bahaya wabah ini di negaranya sendiri.

Virus corona telah membunuh lebih dari 125.000 di seluruh dunia, dan lebih dari 21.000 di AS, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Rekomendasi