Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Pemerintah lima negara yang warganya menjadi korban pesawat jatuh di Iran menuntut agar Iran bertanggung jawab penuh dan membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina
Pesawat Boeing 737 jatuh di Iran. ©Nazanin Tabatabaee/WANA via REUTERS

Pemerintah lima negara yang warganya menjadi korban pesawat jatuh di Iran menuntut agar Iran bertanggung jawab penuh dan membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Setelah pertemuan di London, para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Kanada, Inggris, Afghanistan, Swedia dan Ukraina mendesak Iran untuk mengizinkan "penyelidikan internasional yang menyeluruh, independen dan transparan," serta penyelidikan pidana dan "proses pengadilan" yang tidak memihak terhadap mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat.

Pesawat milik Ukraine International Airlines itu jatuh setelah tak sengaja ditembak militer Iran. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 176 orang tewas. Pesawat tersebut jatuh beberapa jam setelah Iran menyerang dua pangkalan pasukan AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani.

Para korban termasuk 57 warga negara Kanada serta 11 warga Ukraina, 17 orang dari Swedia, empat warga Afghanistan dan empat warga negara Inggris, serta warga Iran.

"Kami di sini untuk mengejar penutupan, pertanggungjawaban, transparansi dan keadilan (untuk para korban)," kata Menlu Kanada, Francois-Philippe Champagne setelah menggelar pertemuan dengan empat Menlu, dikutip dari ABC News, Jumat (17/1).

Sebelum pertemuan di Komisi Tinggi Kanada, para menteri dari lima negara menyalakan lilin untuk mengenang penumpang yang meninggal dan anggota kru.

Francois-Philippe Champagne mengatakan pengakuan dan permohonan maaf Iran karena tak sengaja menembak pesawat tersebut adalah langkah awal yang baik dan menyebut Iran bertanggung jawab.

"Dari pengakuan itu jelas mengalir konsekuensi," katanya, termasuk perlunya membayar ganti rugi.

Sesuai dengan norma-norma internasional, Iran telah mengundang Ukraina, Kanada, Amerika Serikat dan Prancis untuk mengambil bagian dalam penyelidikan kecelakaan.

Boeing 737 dibuat di AS dan mesinnya dirakit oleh konsorsium AS-Prancis. Tetapi tidak jelas apakah Iran akan membagikan semua detail penting atau memberikan akses penuh kepada para ahli negara.

Kanada - yang tidak memiliki kedutaan besar di Iran - telah menuntut status resmi dalam penyelidikan.

Sumber: Liputan6
Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Rekomendasi