Ribuan massa turun ke jalan akhir pekan kemarin mengecam pemerintah yang menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina hingga menewaskan seluruh 176 penumpang.
Pesawat Boeing 737 itu jatuh setelah beberapa jam sebelumnya Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Qassim Sulaimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak oleh drone AS.
Para demonstran menyerukan Pemimpin Spiritual Tertinggi Ali Khamenei mundur dan mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Ukraina dihukum.
Laman Reuters melaporkan, demonstrasi ini kini meluas ke beberapa kota, termasuk Shiraz, Esfahan, Hamedan, dan Orumiyeh.
Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter mendukung para demonstran dan mengatakan "pemerintah AS bersama kalian". Perdana Menteri Isarael Benjamin Netanyahu juga senada dengan Trump. Dia mendukung para demonstran dan menyerukan para pemimpin Eropa kembali menekan Iran.
Advertisement
Demonstrasi di Iran juga terjadi tak lama setelah pemerintah Iran menangkap Duta Besar Inggris Rob Macaire Sabtu lalu atas tuduhan menggalang dan mengarahkan demo.
Menurut kantor berita Tasnim, Macaire ditangkap ketika dia berada di tengah demonstran di depan Universitas Amir Kabir Teheran. Setelah ditangkap dia kemudian dibebaskan.
Di akun Twitternya kemudian Macaire mengatakan dia tidak terlibat dalam demo apa pun dan justru bersimpati kepada keluarga korban pesawat Ukraina.
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan penangkapan Macaire adalah "pelanggaran jelas hukum internasional".
Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Macaire segera dibebaskan setelah identitasnya dipastikan.
"Ketika polisi memberitahu saya seorang pria yang ditangkap mengaku sebagai Duta Besar Inggris, saya katakan Tidak Mungkin! tapi setelah saya berbicara dengannya di telepon, sungguh mengejutkan, itu benar dia. 15 menit kemudian dia dibebaskan," kata wakil Menteri Luar Negeri Iran Bbas Aragchi.