Iran mengundang Badan Nasional Keamanan Transportasi Amerika Serikat (NTSB) untuk ambil bagian dalam investigasi jatuhnya pesawat Ukraina dan AS setuju untuk melibatkan penyelidiknya, kata pejabat Iran pada Kamis.
"NTSB telah membalas pimpinan penyelidik kami dan mengumumkan perwakilan yang terakreditasi," kata perwakilan Iran di Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Farhad Parvaresh, dikutip dari Alarabiya, Jumat (10/1). ICAO adalah bagian dari PBB.
NTSB menolak berkomentar perihal ini.
Seseorang yang memberi pengarahan tentang hal itu mengonfirmasi bahwa NTSB sepakat ambil bagian tetapi mengatakan tidak jelas bagaimana perwakilannya bisa terlibat di bawah sanksi AS untuk Iran.
AS diizinkan untuk mengambil bagian di bawah aturan global karena jet Boeing 737-800NG dirancang dan dibuat di sana.
Kanada, yang memiliki puluhan penumpang, juga menugaskan seorang ahli, sementara sebuah tim dari Ukraina mengadakan diskusi di Teheran pada hari Kamis, kata Parvaresh dalam sebuah wawancara telepon.
Iran siap menyediakan fasilitas konsuler dan visa bagi penyelidik yang terakreditasi, tambahnya.
Swedia dan Afghanistan, yang juga memiliki penumpang dalam pesawat nahas tersebut, juga telah diinformasikan. Prancis juga mungkin terlibat karena merupakan salah satu negara di mana mesin dibuat, kata Parvaresh.
Advertisement
Parvaresh membantah klaim AS dan Kanada yang mengatakan pesawat tersebut ditembak jatuh dan mengatakan Iran berkomitmen melakukan investigasi penuh dan terbuka. Dia menambahkan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi terkait penyebabnya.
"Sebagai warga Iran kami ikut merasakan tragedi dan bencana ini untuk kami dan keluarga korban," ungkapnya, mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga dari 176 penumpang dan awak kabin dalam pesawat Ukraine International Airlines tersebut.
Pesawat tersebut jatuh pada Rabu, tak lama setelah Iran menyerang pangkalan pasukan AS di Irak. Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran menuju Kiev, Ukraina.
Parvaresh mengatakan kesaksian ahli mengindikasikan bahwa pesawat itu tidak mungkin terkena rudal dan penting untuk menjaga agar penyelidikan kecelakaan tetap non-politis.
Saya pikir kita harus menjaga ini murni teknis dan tidak membingungkannya dengan ketegangan politik di wilayah ini. Kita harus menyerahkannya kepada para ahli untuk menyelidiki dan membuat laporan mereka."