Hampir 2.000 unit rumah rusak selama bencana kebakaran hutan Australia, kata pejabat. Saat ini para petugas penanganan bencana ini mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu kebakaran semakin memburuk.
Sejak September 2019, 25 orang dilaporkan tewas dan jutaan hewan juga turut terbakar.
Australia tengah berjuang mengatasi kebakaran hutan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Bencana ini dipicu suhu dan kekeringan yang meluas.
Pada Selasa, pejabat New South Wales (NSW) menyampaikan api telah menghancurkan 1.588 rumah dan merusak 653 lainnya. Demikian dikutip dari BBC, Selasa (7/1).
Sebanyak 200 unit rumah rusak di Victoria dan lebih dari 100 unit di negara bagian lain.
Dewan Asuransi Australia memperkirakan kerugian mencapai 700 juta dolar Australia, dan diperkirakan angkanya akan meningkat pesat.
Advertisement
Asap meliputi berbagai kota termasuk Canberra, Sydney, dan sekarang meluas ke Melbourne. Para dokter mengingatkan peningkatan bahaya pernapasan, khususnya terhadap orang-orang rentan seperti perempuan hamil.
Pada Senin, Biro Meteorologi memperingatkan jarak pandang di Melbourne kurang dari 1 kilometer di sejumlah bagian dan sekelilingnya.
Hujan turun di NSW dan Victoria dan suhu menurun, tapi pejabat memperingatkan api akan muncul kembali. Mereka mengkhawatirkan kobaran api besar di kedua negara bagian itu akan meluas, mengancam nyawa warga dan rumah-rumah.
Ratusan bangunan hancur pada akhir pekan. Langit terlihat merah. Abu jatuh dan asap yang menyumbat udara.
Tentara telah menyebarkan peralatan, personel, dan kendaraan ke Pulau Kanguru dekat kota Adelaide, Australia Selatan. Pulau tersebut sangat terdampak dan dua orang meninggal pekan lalu.