Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengejek aktivis lingkungan Greta Thunberg pada Kamis kemarin karena terpilih menjadi Tokoh 2019 atau Person of the Year majalah TIME. Ejekan itu dilontarkan Trump melalui akun Twitternya.
"Sangat konyol," cuitnya, dilansir dari laman USA Today, Jumat (13/12).
"Greta harus mengatasi masalah bagaimana mengelola kemarahannya, kemudian pergi menonton film jadul keren bersama seorang teman. Santai Greta! Santai!" lanjutnya.
Greta langsung menanggapi, mengganti profil di akun Twitternya dengan deskripsi: "Seorang remaja yang berusaha mengatasi masalah pengelolaan kemarahannya. Sedang bersantai dan menonton film jadul dengan seorang teman."
Trump, yang dipilih menjadi Person of the Year setelah menang Pilpres 2016, mengkritik TIME karena tidak pernah dipilih tahun-tahun sebelumnya.
Kemudian pada Kamis, tim kampanye Trump untuk Pilpres 2020 berkicau dan mengunggah foto editan cover majalah TIME edisi Person of the Year 2019. Foto Greta Thunberg yang berdiri di tepi pantai terkena tempias ombak mengenakan jaket warna pink diganti dengan kepala Trump. Tulisan cover juga diganti dengan nama Donald Trump, dengan klaim "Ketika tiba saatnya untuk menepati janji-janjinya, hanya ada satu Person Of The Year."
Advertisement
Tolak Bertemu Trump
Trump juga mengejek Thunberg pada September lalu, ketika keduanya berada di New York dalam pertemuan PBB. Dalam ejekannya, Trump menyinggung kalimat Greta yang disampaikan dalam pidatonya yang menyebut bahwa orang-orang sedang sekarat dan manusia berada di awal kepunahan.
"Dia terlihat seperti gadis remaja yang sangat bahagia menunggu datangnya masa depan cerah dan indah," kicaunya.
"Begitu menarik dilihat," lanjutnya.
Greta menolak mengomentari kicauan Trump dan mengatakan dia tak akan mempertimbangkan bertemu Trump membahas perubahan iklim.
"Saya tidak paham kenapa saya harus bertemu. Saya tidak tahu apa yang harus saya sampaikan padanya bahwa dia belum mendengar, dan saya pikir itu hanya buang-buang waktu, sungguh," ujarnya dalam acara The Ellen DeGeneres Show.
Advertisement
Perisak Anak Kecil
Di media sosial, Trump dikritik atas ejekan yang dilontarkan pada Greta dan disebut melakukan perisakan terhadap anak-anak."Presiden AS menyerang seorang anak," kata mantan jaksa federal dan pengamat hukum Renato Mariotti.Mantan Direktur Komunikasi Gedung Putih, Anthony Scaramucci, menyebut Trump perisak dan punk karena menyerang Greta."Tak ada orang normal yang menganggap kelakuan seperti ini bisa ditoleransi," kicaunya."Apalagi dari seorang pemimpin dunia. @RealDonaldTrump adalah orang yang tercela," tutupnya.