Amerika Serikat pada Selasa meminta seluruh pegawai pemerintahan AS segera meninggalkan Bolivia akibat adanya kekisruhan sipil dalam beberapa waktu terakhir. Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah peryataan.
Kemenlu AS juga memperingatkan warga AS agar tidak mengunjungi Bolivia dan mengatakan pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas dalam menjamin keamanan warganya setelah dugaan Pemilu curang berakhir unjuk rasa yang menyebabkan Presiden Evo Morales mengundurkan diri dan meninggalkan negaranya. Demikian dilansir dari laman NBC News, Rabu (13/11).
Morales mengundurkan diri pada Minggu (10/11) setelah hampir 14 tahun berkuasa. Morales kemudian mendapatkan suaka dari Meksiko dan meninggalkan negaranya.
Advertisement
Presiden Sementara
Pada Selasa, aktivis HAM dan mantan presenter TV yang memimpin oposisi mendeklarasikan diri sebagai Presiden Bolivia sementara, berjanji membebaskan negara tersebut dari krisis. Jeanine AÃez (52), adalah tokoh oposisi tingkat kedua sampai pengunduran diri Morales.
Tetapi sebagai wakil presiden kedua Senat, dia bergerak pada Selasa untuk mengambil kendali sementara lembaga tersebut meskipun perwakilan Senat tidak kuorum. Pemimpin Senat berada di urutan berikutnya dalam kepresidenan, dan dia kemudian menyatakan dirinya sebagai presiden sementara untuk memimpin sampai terselenggaranya Pemilu baru.
Selebrasi dan bentrokan dengan cepat pecah di Bolivia di antara para pendukung dan musuh Morales, yang terbang ke pengasingan di Meksiko pada hari sebelumnya.
Krisis Bolivia bermula setelah Pemilu pada 20 Oktober lalu, dipicu tuduhan Morales memanipulasi hasil Pemilu yang menguntungkan dirinya. Unjuk rasa disertai kekerasan terjadi, yang mengarah ke pembelotan polisi dan akhirnya panggilan dari kepala militer agar presiden pribumi pertama Bolivia mengundurkan diri.
Pada Senin, AÃez menangis saat mengatakan kepada wartawan bahwa dia ingin "memberikan kepastian" kepada warga Bolivia di tengah-tengah kekosongan kekuasaan.
Dia tetap mengklaim sebagai presiden sementara meskipun tidak ada kuorum sidang Senat yang menerima pengunduran diri Morales. Para anggota parlemen dari Gerakan Sosialisme Morales memboikot sidang majelis tersebut.
Deklarasi AÃez akan menjadikannya perempuan kedua yang menjadi presiden sementara Bolivia. Lidia Gueiler pernah melakukan hal yang sama pada 1979 dan 1980.
AÃez merupakan seorang pengacara yang terjun ke politik dan berkampanye melawan kekerasan berbasis gender. Dia pernah bekerja sebagai presenter TV dan direktur stasiun TotalvisiÃn di kota Trinidad, Provinsi Beni.
Dia anggota partai oposisi, Persatuan Demokratik, yang dipimpin RubÃn Costas, Gubernur Provinsi Santa Cruz. Tahun 2006, AÃez terpilih anggota Senat.
Lengsernya Morales, bersama dengan pengunduran diri presiden Senat dan para pemimpin senior lainnya, membuka jalan bagi AÃez untuk melangkah ke dalam kekosongan yang ditinggalkan mereka. AÃez membutuhkan dukungan dari sesama anggota parlemennya untuk menjadi presiden Senat, dan tidak ada jaminan dia akan mendapat dukungan dalam kongres yang didominasi loyalis Morales.