Amal Clooney Jadi Kuasa Hukum Maria Ressa, Pengkritik Presiden Filipina

Pengacara HAM ternama, Amal Alamuddin Clooney akan bergabung dengan tim kuasa hukum untuk membela jurnalis Filipina, Maria Ressa. Maria Ressa dikenal sebagai pengkritik kebijakan Presiden Rodrigo Duterte yang kini menghadapi kasus dugaan penggelapan pajak dan pencemaran nama baik.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Amal Clooney Jadi Kuasa Hukum Maria Ressa, Pengkritik Presiden Filipina
Amal Alamuddin. ©Reuters

Pengacara HAM ternama, Amal Alamuddin Clooney menyampaikan akan bergabung dengan tim kuasa hukum untuk membela jurnalis Filipina, Maria Ressa, yang situs beritanya berulang kali bermasalah dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Ressa yang dinobatkan menjadi "Person of the Year" majalah Time pada 2018 karena kiprah jurnalistiknya, menghadapi sejumlah tuntutan pidana bersama situs Rappler miliknya, di mana para pendukung kebebasan pers menilainya sebagai tindakan pembungkaman.

"Maria Ressa adalah seorang wartawan pemberani yang diperlakukan tidak adil karena melaporkan berita dan melawan pelanggaran HAM," kata Amal Clooney dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan London’s Doughty Street Chambers dimana dia bekerja pada Senin (8/7).

"Kami akan mengejar semua upaya hukum yang ada untuk membela hak-haknya dan membela kebebasan pers dan supremasi hukum di Filipina," lanjut istri aktor George Clooney ini, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (9/7).

Pernyataan itu juga menyampaikan, Amal akan bekerja sama dengan tim pengacara internasional untuk membela Ressa dan berkoordinasi dengan pengacara di Manila.

Tahun ini, Ressa ditangkap dua kali dan menuduh Duterte mengada-adakan tuntutan terhadapnya, termasuk kasus dugaan penggelapan pajak dan pencemaran nama baik, untuk membungkam kritik dan mengintimidasi pers.


Duterte mencap Rappler sebagai "pabrik berita palsu" dan berdalih pemerintahnya hanya menegakkan hukum karena situs web Rappler mempublikasikan laporan-laporan yang kritis atas kebijakan penumpasan anti-narkoba yang mematikan.

"Saya tentu senang Amal Clooney dan timnya akan mewakili saya di tingkat internasional untuk menantang pelanggaran hak-hak saya dan orang-orang dari organisasi media yang saya wakili," kata Ressa dalam pernyataan tersebut.

Clooney, yang ditunjuk sebagai utusan khusus untuk kebebasan media oleh pemerintah Inggris, juga membela dua wartawan Reuters yang dipenjara selama lebih dari 16 bulan di Myanmar dan dibebaskan pada bulan Mei. Dia menjabat sebagai konsultan asing untuk tim hukum yang mewakili Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dan menggunakan profilnya untuk mempertahankan tekanan terhadap pemerintah Myanmar dan menyuarakan keprihatinan keluarga wartawan tersebut.

Clooney yang membela Ressa juga akan meningkatkan perhatian internasional pada jurnalis dan situs webnya, yang telah menerima serangkaian penghargaan global dari para pendukung kebebasan pers.

Cris Yambot dari Perhimpunan Pengacara Rakyat Nasional Filipina, menyambut baik perhatian internasional yang akan dipengaruhi kehadiran Clooney.

"Itu berarti mereka ingin memberikan semua dukungan hukum untuk melindungi hak-hak dan kepentingannya (Ressa)," kata Yambot. "Masuknya pengacara internasional, yang akan menyoroti kasusnya sebagai hal penting dalam komunitas internasional," lanjutnya.

Clooney tidak bisa berpraktik di Filipina, tetapi Yambot menyarankan agar bekerja sama dengan pengacara di lapangan dan pada akhirnya bisa membantu membawa kasus ini ke pengadilan internasional.

Rekomendasi