Seorang tersangka baru kasus penembakan trem di Kota Utrecht, Belanda, telah ditangkap aparat. Terduga pelaku baru (40) ditangkap di rumahnya yang berada di Utrecht pada Selasa (19/3), pukul 15.30 waktu setempat. Demikian disampaikan Jaksa penuntut Umum dalam sebuah pernyataan dilansir dari Netherland Times, Rabu (20/3).
Hampir bersamaan, dua orang lain yang telah ditahan sejak Senin dibebaskan. Mereka tidak lagi dianggap memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan. Dengan demikian, saat ini terdapat dua tersangka yang berada di bawah investigasi pihak berwenang Belanda.
Satu tersangka yang ditahan adalah Gokmen Tanis (37), pria kelahiran Turki, dan satu orang lain yang baru saja ditangkap. Tidak dijelaskan bagaimana kedua terduga pelaku berhubungan dalam serangan. Jaksa juga tidak menyebutkan faktor apa yang melatarbelakangi penangkapan tersangka baru.
Hingga saat ini, kasus penembakan di Utrecht masih ditangani pihak kepolisian. Investigasi dilakukan salah satunya dengan interogasi terhadap para saksi mata. Penyelidik belum berbicara dengan seluruh orang yang berada di dalam trem saat kejadian berlangsung.
Penembakan terjadi di di sebuah trem di Utrecht Belanda pada Senin (18/3) lalu. Sebanyak tiga orang dinyatakan tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Motif penembakan masih menjadi misteri hingga saat ini. Sebagian pihak percaya bahwa faktor terorisme tidak bisa dipisahkan dari serangan, sementara pihak lain meragukan.
Intelijen Turki Terlibat Penyelidikan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan badan intelijen negaranya turut menyelidiki insiden penembakan di Utrecht, tiga hari setelah serangan masjid di Selandia Baru. Penyelidikan Ankara akan fokus pada motif penembakan, apakah alasan pribadi atau terorisme.
Seorang jaksa penuntut baru-baru ini mengatakan insiden kemungkinan terjadi karena alasan keluarga, sebagaimana dilaporkan AFP dilansir dari The Jerusalem Post. Segera setelah pernyataan diberikan, kantor berita Turki Anadolu yang dikelola pemerintah mengutip saudara laki-laki pelaku bahwa ia telah menembak seorang kerabat di trem lalu menyerang orang-orang yang mencoba membantu.
Namun sebelumnya, otoritas Belanda sempat mengeluarkan peringatan ancaman terorisme di provinsi Utrecht ke tingkat tertinggi. Sekolah diperingatkan untuk menutup pintu mereka, dengan polisi paramiliter meningkatkan keamanan di kawasan bandara dan infrastruktur vital lainnya, termasuk masjid-masjid.
Tingkat ancaman itu berkurang setelah Badan Penanggulangan Terorisme Nasional menyatakan telah menangkap tersangka, Gokmen Tanis. Penangkapan berhasil dilakukan setelah perburuan selama berjam-jam dengan sebelumnya berselisih dengan pihak berwenang di Belanda.
Sebelum penangkapan itu, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte sempat mengadakan pembicaraan darurat terkait serangan itu. Serangan yang terjadi tiga hari pascapenembakan masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang membuatnya cemas.
"Negara kita hari ini dikejutkan oleh serangan di Utrecht. Motif teroris tidak bisa dikesampingkan," jelasnya.
Hingga saat ini, kasus penembakan trem di Utrecht masih berada di bawah penyelidikan, baik otoritas Belanda maupun intelijen Turki. Penyelidikan berfokus untuk memastikan motif di balik serangan.
Reporter: Siti Khotimah
Sumber: Liputan6