Pemimpin Oposisi Venezuela Juan Guaido Dicekal ke Luar Negeri, Rekeningnya Diblokir

Mahkamah Agung Venezuela mencekal pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat, Juan Guaido ke luar negeri. Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela di tengah eskalasi unjuk rasa di negara yang dilanda krisis ekonomi dan politik itu. Mahkamah Agung juga telah memblokir seluruh rekening bank da

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Pemimpin Oposisi Venezuela Juan Guaido Dicekal ke Luar Negeri, Rekeningnya Diblokir
juan guaido. ©France24

Mahkamah Agung Venezuela mencekal pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat, Juan Guaido ke luar negeri. Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela di tengah eskalasi unjuk rasa di negara yang dilanda krisis ekonomi dan politik itu. Mahkamah Agung juga telah memblokir seluruh rekening bank dan transaksi keuangan Guaido. Keputusan pencekalan ini dikeluarkan MA pada Selasa (29/1).

Dilansir dari Sputnik News, Rabu (30/1), pencekalan dan pemblokiran rekening bank Guaido dilakukan setelah pihak berwenang Venezuela membuka investigasi awal atas aktivitas Guaido. Secara khusus, putusan pengadilan memberlakukan larangan perjalanan pada Guaido sampai selesainya penyelidikan.

"Mahkamah Agung dalam keputusannya mulai 29 Januari memutuskan untuk mengambil beberapa langkah pencegahan terhadap Juan Gerardo Guaido Marquez: larangan meninggalkan negara tanpa izin sampai penyelidikan selesai; larangan mengasingkan diri dan membuat perjanjian; pemblokiran rekening bank dan/atau instrumen keuangan lainnya di wilayah Venezuela," tulis Presiden Pengadilan, Maikel Moreno di Twitter.

Awal pekan ini, Jaksa Penuntut Umum Venezuela, Tarek Saab meminta Mahkamah Agung mengeluarkan langkah-langkah pencegahan terhadap Guaido, yang merupakan Ketua Majelis Nasional. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan Amerika Serikat mengecam JPU Venezuela karena mengancam Guaido, dan ia memperingatkan ada konsekuensi serius bagi mereka yang berupaya menumbangkan demokrasi dan membahayakan Guaido.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS telah memberikan Guaido wewenang untuk mengendalikan aset pemerintah Venezuela. Juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Palladino menekankan wewenang itu akan memungkinkan Guaido melindungi aset pemerintah untuk kepentingan rakyat Venezuela.

Krisis politik yang dipicu penolakan oposisi untuk mengakui terpilihnya kembali Presiden Nicolas Maduro tahun lalu meningkat secara signifikan pada Selasa pekan lalu ketika Majelis Nasional yang dikuasai oposisi menyatakan Maduro sebagai perampas kekuasaan.

Keesokan harinya, Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Maduro menuduh Washington berusaha mengorganisir kudeta di Venezuela dan memutuskan hubungan diplomatik dengan AS.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton pada Senin (28/1) mengumumkan pemerintahan Trump memberlakukan sanksi terhadap raksasa minyak yang dikelola negara Venezuela, PDVSA. AS akan memblokir USD 7 miliar aset PDVSA. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada wartawan bahwa dengan memblokir aset-aset PDVSA, Amerika Serikat menjaga perusahaan itu untuk kepentingan rakyat Venezuela dan juga mengambil langkah-langkah untuk melindungi pasarnya sendiri.

Sementara itu, Caracas mengecam sanksi itu dan menyebutnya sebagai bukti persiapan AS dalam upaya kudeta di Venezuela. Caracas pun berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi asetnya, termasuk dengan mengajukan tuntutan hukum di pengadilan AS.

Rekomendasi