Organisasi pegiat kemanusiaan Klub Tahanan Palestina (PPC) menyatakan bahwa 60 persen anak-anak Palestina ditangkap dan ditahan oleh pasukan pendudukan Israel saat ini. Selama ditahan, anak-anak tersebut disiksa secara verbal, fisik, hingga psikologis.
"Anak-anak Palestina dilarang tidur, dipukuli, dan diancam. Mereka juga dilarang makan dan minum dalam waktu lama dan seringkali mendapat penghinaan. Semua tahanan anak-anak menjalani proses interogasi yang panjang," kata PCC dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip laman Middle East Monitor, Selasa (13/2).
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa para petugas yang menginvestigasi anak-anak Palestina memaksa mereka untuk mengakui kesalahan.
Saat ini, ada tiga anak di bawah umur yang berada di penjara Israel. Mereka adalah Mustafa Al-Badan (17 tahun), Faisal Al-Shaer (16 tahun), dan Ahmed Al-Shalaldeh (15 tahun). Ketiganya kerap mengalami penyiksaan selama diinterogasi
PPC menyebutkan, ada lebih dari 6.500 warga Palestina dipenjara oleh Israel, 57 di antaranya merupakan perempuan baik dewasa maupun anak-anak, sementara 350 lainnya anak-anak.