Remaja Palestina tampar tentara terancam 10 tahun bui, ditahan selama sidang

Seorang hakim militer Israel memerintahkan Ahed Tamimi ditahan selama enam bulan sebelum diadili karena menampar tentara Israel. Ahed terancam hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan menghasut dan mengancam petugas.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Remaja Palestina tampar tentara terancam 10 tahun bui, ditahan selama sidang
ahed tamimi ditahan israel. ©altahrir.wordpress

Seorang hakim militer Israel memerintahkan Ahed Tamimi ditahan selama enam bulan sebelum diadili karena menampar tentara Israel. Ahed terancam hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan menghasut dan mengancam petugas.

Video saat Ahed menampar tentara Isral di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat, Palestina pada 15 Desember lalu beredar viral di internet. Dia ditangkap beberapa hari kemudian menyusul demonstrasi dari politisi sayap kanan Israel dan pers. Selain Ahed, ibunya juga ikut ditahan sampai persidangan.

"Saya tidak menemukan alternatif lain selain memerintahkan penahanannya sampai akhir persidangan. Beratnya pelanggaran yang dituduhkan kepadanya, membuatnya harus ditahan," putus hakim tersebut dikutip dari laman Middle East Eye, Kamis (18/1).

Dalam surat dakwaan, total ada 12 tuduhan yang dilayangkan terhadap Ahed. Di antara tuntutan tersebut, dia dianggap telah menyerang dan mengancam tentara, menghalangi tugas tentara, menghasut, mengganggu ketenangan publik dan melepar batu.

Menurut kuasa hukum Ahed, pelanggaran yang dilakukan oleh kliennya dianggap sangat berbahaya. "Pengadilan mengatakan bahwa dia sangat berbahaya, sehingga tidak mungkin ada jaminan untuknya," jelasnya.

Meski dianggap sebagai pemberontak oleh Israel, namun Ahed mendapat banyak pujian dari orang-orang Palestina. Remaja 16 tahun itu dianggap sebagai simbol perlawanan, karena berani berdiri untuk mempertahankan wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat.

Rekomendasi