Meski tolak resolusi PBB, Filipina tak akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Meski tolak resolusi PBB, Filipina tak akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem. Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano menyatakan, negaranya tidak akan memindahkan kedutaan ke Yerusalem. Bahkan, kata Cayetano, Israel tidak pernah meminta pemerintah Filipina untuk mempertimbangkan langkah tersebut.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Meski tolak resolusi PBB, Filipina tak akan pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Kota Yerusalem. ©2017 REUTERS/Ronen Zvulun

Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano menyatakan, negaranya tidak akan memindahkan kedutaan ke Yerusalem. Bahkan, kata Cayetano, Israel tidak pernah meminta pemerintah Filipina untuk mempertimbangkan langkah tersebut.

"Kami telah berkomunikasi dengan rekan kami di Timur Tengah dan tidak ada diskusi tentang pemindahan kedutaan kami dari Tel Aviv ke Yerusalem," katanya dalam wawancara televisi lokal, seperti dilansir dari laman Haaretz, Kamis (28/12).

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan laporan Filipina sebagai satu dari 10 negara yang merencanakan pemindahan tersebut. Meski sebelumnya Filipina termasuk 35 negara yang menolak resolusi PBB soal pencabutan pengumuman Presiden AS Donald Trump soal status Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Cayetano menambahkan, pemerintah mendukung solusi dua negara dan bersedia berperan sebagai pembawa kedamaian dalam konflik antara Israel dan Palestina.

"Kami mendukung penyelesaian konflik secara damai. Dalam upaya diplomasi, Anda tidak hanya mengambil langkah besar yang tak beralasan. Anda mengamati segalanya. Akan ada tindakan penyeimbang," paparnya.

Pernyataan Cayetano berbeda dengan yang diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely. Senin lalu, Hotovely mengadakan pertemuan dengan lebih dari 10 negara untuk mendiskusikan kemungkinan memindahkan kedutaan masing-masing negara ke Yerusalem.

Meski demikian, Hotovely mengatakan, awalnya diskusi ini hanya berfokus kepada pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang lantas berganti menjadi pembicaraan tentang pemindahan kedutaan. Di antara 10 negara tersebut, turut hadir perwakilan dari Filipina, Rumania, dan Sudan Selatan.

Rekomendasi