Pemerintah dan veteran tentara Bolivia kini sedang berseteru. Akar masalahnya adalah pemerintah setempat bakal memperingati 50 tahun kematian Ernesto 'Che' Guevara de la Serna.Dilansir dari laman BBC, Rabu (3/10), pemerintah Bolivia pekan depan berencana menggelar perayaan mengenang kematian Che Guevara dengan mengundang tamu asing. Mereka juga mengundang pihak veteran militer tetapi ditolak.Juru bicara veteran tentara Bolivia, Mario Moreira, menyatakan mereka menolak hadir di perayaan itu karena merasa tidak dihargai. Sebab, mereka justru berhadapan dengan gerilyawan pimpinan Che Guevara, dan berhasil membunuh tangan kanan mendiang pemimpin Kuba, Fidel Castro."Kami tidak akan hadir dalam perayaan itu karena merasa hal itu menjadi politis. Bagaimana mungkin kami mengenang mereka? Justru pemerintah Bolivia yang harus memberi penghormatan kepada kami. Kami mempertahankan negara dan 59 rekan kami tewas," kata Mario.Mario menolak alasan disampaikan oleh Menteri Pertahanan Bolivia, Reymi Ferreira, menyatakan kalau perayaan itu adalah cara menyembuhkan perselisihan antara Bolivia dan Kuba."Kalau Che menang, negara kami pasti berbeda. Berterima kasihlah kepada kami yang menjaga pemerintahan tetap pada konstitusi," ujar Mario.Ketimbang berlarut-larut dalam silang pendapat, Mario menyatakan para veteran bakal menggelar upacara khusus mengenang mereka yang tewas melawan militan pimpinan Che Guevara. Padahal, Bolivia adalah sekutu Kuba. Apalagi mereka dipimpin oleh Presiden Evo Morales yang berasal dari faksi sayap kiri.Che Guevara pergi ke Bolivia dengan 47 gerilyawan buat memimpin pemberontakan di negara itu, pada 1966 hingga 1967. Dia ditangkap pada 8 Oktober 1967 dan dieksekusi keesokan harinya oleh pasukan Bolivia.
Pemerintah dan veteran Bolivia berselisih soal 50 tahun kematian Che Guevara
Para veteran melawan Che Guevara dan gerilyawannya menolak hadir dalam acara itu. Pemerintah Bolivia berkeras perayaan itu buat menutup perselisihan dengan Kuba.
Rekomendasi