Zoya Tuganova melahirkan bayi perempuan lewat operasi caesar yang diberi nama Luciya di sebuah rumah sakit di Cheliyabink, Soviet pada 29 Januari 1987. Tapi karena keteledoran rumah sakit, dia membawa pulang bayi lain, bernama Katya dan membesarkannya. Hasil uji DNA membuktikan Zoya membawa pulang bayi yang salah.Kini Katya membantu ibunya melacak keberadaan putri kandungnya yang tertukar sejak 30 tahun lalu.Zoya, 69 tahun, kemudian menemukan putri kandungnya itu dibesarkan oleh keluarga miskin di Desa Urals, ibunya seorang pemabuk dan ayahnya seorang pembunuh.Laman the Siberian Times melaporkan, Rabu (14/6), Luciya mengatakan ayahnya langsung mengetahui bahwa dirinya bukan anaknya dan menuduh sang ibu, Elvira Tuligenova, berselingkuh."Dia memukuli Elvira menuduh dia tidak setia," ujar Zoya tentang ayah dari Luciya."Karena punya perasaan buruk terhadap istrinya, dia membunuh seorang warga desa, dan akibatnya dia dipenjara," kata Zoya.
zoya tuganova ©Siberian Times
Tertekan karena tuduhan keliru suaminya dan pembunuhan itu, serta gosip dari para tetangga Elvira akhirnya putus asa dan mulai suka mabuk hingga akhirnya dia menjadi pecandu alkohol dan kemudian meninggal."Ibu Luciya suka minum, jadi dua anak dia yang lain, tidak terurus," kata Zoya. "Akibatnya mereka suka mengemis di desa, minta makanan."The Siberian Times menuturkan, lantaran ayah mereka dipenjara dan ibu mereka meninggal, akibatnya mereka tinggal di panti yatim.Ketika pertama kali melihat Luciya, Zoya langsung mengenalinya. Luciya selama ini dibesarkan oleh keluarga Bashkir sebagai muslim."Luciya kini punya tiga anak. Dia tidak bekerja dan dia punya suami tapi pekerjaannya tidak tetap," kata Zoya tentang anak kandungnya."Katya seorang Ortodoks, sedangkan Luciya muslim."Zoya kini berusaha membangun hubungan kembali dengan putri kandungnya itu.