Bom meledak di St.Petersburg, dipastikan tak ada WNI jadi korban

Serangan teror di St. Petersburg, tak ada WNI jadi korban. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban tewas maupun luka.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Bom meledak di St.Petersburg, dipastikan tak ada WNI jadi korban
Teror bom di Rusia. ©2017 REUTERS/Anton Vaganov

Pemerintah Indonesia mengecam serangan teror yang terjadi di kawasan kereta bawah tanah St. Petersburg. Serangan mengakibatkan setidaknya 10 korban jiwa dan lainnya terluka.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban tewas maupun luka.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan solidaritas terhadap pemerintah dan rakyat Rusia dalam menghadapi situasi ini," demikian ungkapan duka cita pemerintah Indonesia, dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri, Selasa (4/4).

Kedutaan Besar Indonesia di Rusia menyampaikan tidak ada WNI menjadi korban insiden ini. Meski demikian, KBRI Moskow masih terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk mendapat perkembangan baru dari kejadian tersebut.

Selain dengan otoritas setempat, KBRI Moskow juga terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan mahasiswa di Rusia.

"Kami meminta WNI untuk terus waspada, menghindari tempat-tempat berpotensi menjadi target serangan dan mematuhi aturan keamanan yang diberlakukan otoritas setempat," imbau KBRI Moskow.

Para WNI yang ingin mengetahui situasi dan kondisi terkini di Rusia bisa menghubungi hotline KBRI Moskow di nomor +7 925 676 5415.

St. Petersburg, Rusia berduka pasca ledakan yang terjadi di stasiun kereta bawah tanah. Diduga ledakan tersebut berasal dari bom.

Dalam laporan awal disebutkan 10 orang tewas dalam ledakan itu, dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan itu juga melemparkan pecahan peluru hingga mengenai orang-orang di sekitarnya.

Sementara itu, sejumlah pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ramai-ramai merayakan pengeboman yang terjadi di stasiun metro St. Petersburg, padahal belum jelas motivasi dan penyebab ledakan tersebut. Meski demikian, para pendukung ISIS sudah menyebutnya sebagai serangan teror dan membagi-bagikan gambar foto orang yang terluka maupun terbunuh.

Rekomendasi