Madonna sebut pernyataannya ingin ledakkan Gedung Putih hanya kiasan

Madonna sebut pernyataannya ingin ledakkan Gedung Putih hanya kiasan. Madonna merupakan salah satu pengunjuk rasa dalam demo Women's March yang menentang kepemimpinan Donald Trump. Dalam orasinya saat demo dia mengatakan ingin meledakkan Gedung Putih. Di Instagram Madonna menyampaikan klarifikasi atas pernyataan itu.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Madonna sebut pernyataannya ingin ledakkan Gedung Putih hanya kiasan
Madonna sampailan orasi di Women March. ©2017 Merdeka.com

Penyanyi papan atas Amerika Serikat Madonna merupakan salah satu pengunjuk rasa dalam demo Women's March yang menentang kepemimpinan Donald Trump.Pada kesempatan tersebut, selain membawakan lagu bertajuk Express Yourself, penyanyi 58 tahun juga turut menyampaikan orasi."Saya marah. Ya, saya murka. Saya berpikir untuk meledakkan Gedung Putih. Namun saya tahu itu tidak akan mengubah apapun," kata Madonna di hadapan para anti-Trump lainnya, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Senin (23/1).Rupanya pernyataan itu menyeret Madonna ke masalah baru. Salah satu juru bicara Secret Service (Dinas Rahasia) menyatakan tahu tentang pernyataan Madonna soal meledakkan Gedung Putih dan berencana akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait hal ini.Menanggapi hal tersebut, Madonna, melalui akun media sosial Instagram menyatakan klarifikasi. Menurut dia, apa yang dia tekankan pada saat aksi Woman's March merupakan suatu bentuk kiasan saja. Berikut klarifikasi ditulis Madonna dalam keterangan foto."Unjuk rasa kemarin benar-benar pengalaman luar biasa dan menakjubkan. Saya datang dan menyanyikan "Express Yourself". Itulah yang saya lakukan. Meski begitu, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal penting. Saya bukan orang yang kasar dan saya tidak mendukung kekerasan. Saya ingin orang mendengar dan memahami orasi saya secara keseluruhan, bukan dengan mengambil satu kata dan menginterpretasikannya di luar konteks," tulis Madonna."Orasi saya dimulai dengan kalimat 'Saya ingin memulai revolusi dengan cinta'. Lalu saya mengambil kesempatan itu untuk mendorong para wanita dan semua orang yang merasa terpinggirkan agar tidak jatuh dalam keputusasaan. Saya mengajak mereka untuk bersama-sama menjadikan itu sebagai titik awal persatuan demi menciptakan perubahan positif di dunia. Saya bicara soal kiasan di sana karena saya ingin menunjukkan dua sudut pandang, pertama adalah harapan saya dan yang kedua adalah kemarahan saya. Tetapi saya tahu, kemarahan tidak menyelesaikan semuanya. Dan satu-satunya cara adalah melakukan perubahan lebih baik dengan cinta."

Rekomendasi