Taipan India biayai nikah massal 236 perempuan tak punya ayah

Taipan India bernama Mahesh Savani biayai nikah massal 236 perempuan tak punya ayah. Masing-masing pengantin diberi uang senilai puluhan juta rupiah. Selain itu, Savani juga menghadiahi perhiasan emas, sofa, dan tempat tidur senilai Rp. 100 juta. Sejauh ini Savani telah menggelar upacara bagi 700 perempuan.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Taipan India biayai nikah massal 236 perempuan tak punya ayah
Pernikahan massal di India. ©2016 Merdeka.com

Seorang taipan berlian asal India, Mahesh Savani, baru saja menggelar pesta pernikahan massal bagi 236 wanita tak punya ayah. Masing-masing pengantin diberi uang senilai puluhan juta rupiah.

Di India banyak keluarga miskin yang tidak mampu menggelar ritual Kanyadaan atau penyerahan seorang putri dalam ikatan pernikahan karena kendala biaya. Namun Savani menyelesaikan kendala tersebut dengan kebaikan hatinya.

"Saya yakin, menyerahkan para perempuan dalam ikatan pernikahan adalah suatu karunia dari Tuhan," tutur Savani, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (27/12).

Ini bukan pertama kali taipan pemoles berlian di kota Surat itu menggelar pesta pernikahan massal. Sudah ratusan Kanyadaan dilakukan Savani.

"Hingga akhir pekan kemarin, saya telah menggelar Kanyadaan bagi 700 perempuan untuk mewakili ayah mereka," ujar Savani.

Mahesh Savani dan putranya ©2016 Merdeka.com


Dalam pesta pernikahan massal digelar Ahad lalu, Savani juga turut menikahkan kedua putranya. Jadi, total upacara pernikahan yang digelar hari itu sebanyak 238.

Kendati Kanyadaan adalah ritual agama Hindu, sebanyak lima pengantin wanita Muslim dan satu wanita Kristen juga ikut dibiayai.

Selain membiayai pesta, Savani juga menghadiahi perhiasan emas, sofa, dan tempat tidur senilai 500.000 rupee (setara Rp. 100 juta) untuk masing-masing pengantin.

Savani telah memulai kampanye ini sejak 2008 lalu karena salah satu karyawan di perusahaannya meninggal sebelum menikahkan putrinya. Para ayah di India biasanya membiayai pernikahan putrinya. Jika sang ayah telah tiada, atau benar-benar miskin, maka kesempatan menikah bagi para gadis hampir mendekati nol.

Rekomendasi