Cerita CIA berkali-kali coba bunuh Fidel Castro tapi selalu gagal

Cerita CIA berkali-kali coba bunuh Fidel Castro tapi selalu gagal. Percobaan pembunuhan terhadap Castro paling terkenal terjadi pada 1960. Saat itu CIA mencoba membunuh Castro dengan racun. Yang kedua dan yang paling unik adalah percobaan pembunuhan dengan 'memanfaatkan' perempuan.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Cerita CIA berkali-kali coba bunuh Fidel Castro tapi selalu gagal
Fidel Castro. rodolfogrimaldi.com

Mantan Presiden Kuba yang juga pemimpin revolusi Fidel Alejandro Castro Ruz atau akrab disebut Fidel Castro mengembuskan napas terakhir di usia 90 tahun, Sabtu (26/11). Penyebab pasti meninggalnya Castro belum diketahui. Beberapa kalangan menyebut dia meninggal karena masalah kesehatan.Dikutip dari NBC News, selasa (29/11), siapa sangka sahabat dari presiden Indonesia pertama Soekarno tersebut sudah mengalami percobaan pembunuhan sebanyak 634 kali selama hidupnya. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh mantan pimpinan agen rahasianya. Beberapa di antaranya dilakukan oleh Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA).Percobaan pembunuhan terhadap Castro paling terkenal terjadi pada 1960. Saat itu CIA mencoba membunuh Castro dengan racun. Setahun setelah Castro merebut kekuasan, CIA mengirim orang tidak dikenal untuk memberi satu kotak rokok kepada Castro. Rupanya, rokok tersebut mengandung botulinu, racun yang mampu membunuh siapapun saat masuk ke dalam mulut.

Fidel Castro dalam kenangan ©Reuters

Tentu saja, Castro tidak pernah mengisap rokok tersebut. Tidak dijelaskan juga bagaimana kabar orang tidak kenal yang melakukan percobaan pembunuhan tersebut.Yang kedua dan yang paling unik adalah percobaan pembunuhan dengan 'memanfaatkan' perempuan. Ceritanya mirip dengan film James Bond. CIA mengirimkan agen rahasia pada akhir 1959 untuk menjadi kekasih Castro. Perempuan tersebut ditugaskan untuk memberi dua pil botulism ke dalam minuman Castro. Namun, lagi-lagi percobaan tersebut gagal karena

Castro lebih cepat menyadarinya. Selain itu, Castro yang dikenal berani malahan memberikan pistol kepada perempuan itu dan menyuruh dia menembak Castro, yang tentu saja tidak dilakukan. Keduanya malah menghabiskan satu malam dengan bercinta.Tahun 1963, CIA kembali merencanakan pembunuhan kepada Castro. Kala itu, agen rahasia tersebut mencemari salah satu pakaian menyelam Castro dengan jamur yang akan menyebabkan penyakit kulit kronis. Pakaian selam dan alat bantu pernapasan yang terkontaminasi tersebut rencananya akan diberikan kepada Castro oleh pengacara Amerika Serikat, James Donovan.Namun, karena sedang terlibat dalam negosiasi sandera dengan pemimpin Kuba tersebut, Donovan malah memberi Castro pakaian selam berbeda. Castro pun kembali terhindar dari kematian.

Soekarno-Fidel Castro ©istimewa


Tak mau menyerah, CIA kembali melakukan percobaan pembunuhan kepada Castro. Kali ini menggunakan pena yang telah disisipi jarum suntik beracun. Jarum tersebut sangat tidak terlihat dan bahkan korban tidak akan sadar telah terkena. Namun, Castro tidak pernah memakai pena tersebut dan rencana pembunuhan itu pun kembali berakhir sia-sia.Setelah upaya-upaya tersebut gagal, CIA menggunakan metode lain yang diharap akan merusak citra Castro di hadapan publik sebagai pemimpin kuat yang kharismatik. CIA berencana menyabotase acara pidato Castro dengan menyemprotkan cairan kimia mirip LSD yang akan membuatnya berhalusinasi.Selain itu, CIA juga memasukkan bahan kimia tersebut ke cerutunya dan menaburkan garam thallium ke sepatu Castro yang bisa mengakibatkan kerontokan janggut kebanggaan Castro.Namun, seperti ratusan rencana lain, rencana tersebut juga kembali mengalami kegagalan. Castro tidak jadi melakukan perjalanan ke luar negeri, sehingga dia tidak perlu mengalami halusinasi karena cairan LSD tersebut.

Rekomendasi