ISIS klaim jadi pelaku pemboman di kuil Sufi Pakistan

Bom meledak di Kuil Sufi Pakistan dan menewaskan 52 orang. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini. Korban sulit dievakuasi lantaran kuil berada di daerah perbukitan. Saat bom meledak, jemaah sedang menari-nari sore sebagai penghormatan kepada nabi.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
ISIS klaim jadi pelaku pemboman di kuil Sufi Pakistan
Bom di Pakistan. ©2016 Merdeka.com

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di Pakistan, yang menewaskan 52 jiwa dan melukai 100 orang lainnya.

Serangan tersebut terjadi saat sejumlah orang tengah melakukan ibadah di Kuil Sufi di sebelah barat daya Provinsi Baluchistan. Pejabat setempat mengatakan para jemaah tengah mengambil bagian dalam sesi tari-tarian, yang memang dilakukan setiap hari, saat bom meledak.

Daily Mail, Minggu (13/11), melaporkan situs agama tersebut berada di wilayah perbukitan. Ambulans dari Karachi datang ke tempat kejadian tiga jam setelah insiden terjadi.

Situs ini berada 460 mil jauhnya dari selatan Quetta. Padahal, kuil ini selalu dikunjungi minoritas muslim Syiah dan Sunni.

Sayangnya, kelompok teror seperti ISIS dan Taliban menganggap, aliran ini sebagai praktik melawan Islam. Lewat kantor berita Amaq, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini.

Mereka mengatakan, pelaku bom bunuh diri menargetkan membunuh sekitar 35 jiwa dan melukai 95 orang, namun ternyata jumlah korban melebihi ekspektasi mereka.

Seorang saksi mata, Hafeez Ali (26) yang adalah mekanik dari Karachi, mengatakan dia tengah duduk di salah satu bukit sambil melihat tarian sore hari dengan iringan drum ketika dia tiba-tiba mendengar ledakan dan melihat asap.

"Kami sadar bahwa itu adalah ledakan bom. Dua dari kami segera berlarian ke bawah dan melihat tubuh-tubuh bergeletakan, kebanyakan anak-anak. Kami juga melihat si penabuh drum tewas dan ledakan drumnya mental ke sekitarnya," ujar Ali.

Para petugas penyelamat sampai harus mendaki bukit untuk bisa mencapai kuil tersebut, karena tidak ada akses jalanan yang menghubungkan kuil tersebut.

Dari Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, Letnan Jenderal Asim, disebutkan 20 ambulans dan 50 tentara dikerahkan untuk mencapai situs itu. Sementara 45 ambulans dan 100 pasukan berjaga-jaga di bawahnya.

Rekomendasi