Diteror pria bersenjata, TPS di California ditutup rapat polisi

Diteror pria bersenjata, TPS di California ditutup rapat polisi. Hari pemungutan suara di Amerika Serikat kembali diwarnai aksi teror. Seorang pria bersenjata dilaporkan menembaki sejumlah orang, satu orang dilaporkan tewas.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Diteror pria bersenjata, TPS di California ditutup rapat polisi
Situasi di dalam TPS. ©2016 CNN News

Hari pemungutan suara di Amerika Serikat kembali diwarnai aksi teror. Seorang pria bersenjata dilaporkan menembaki sejumlah orang, satu orang dilaporkan tewas.Setelah tembakan pertama terdengar, aparat keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertindak cepat. Mereka langsung mengunci ruangan, dan meminta sejumlah pemilih lainnya agar tetap tenang dan diperbolehkan untuk mengikuti Pemilu.Dilansir CNN News, Rabu (9/11), salah satu pemilih mengaku mendengarkan sejumlah tembakan, dan orang-orang di luar ruangan mulai berlari. Untuk menghindari jatuhnya banyak korban, aparat keamanan setempat langsung mengunci pintu."Beberapa tembakan terdengar dan polisi memberi tahu kami agar tetap di dalam ruangan. Kami terkunci sekarang," ujarnya.Hal yang sama juga dirasakan seorang wanita lainnya di lokasi yang sama. Semula dia tidak yakin suara yang didengarnya berasal dari senjata api, melainkan suara dari sebuah lokasi proyek di sekitar lokasi pemungutan suara."Pertama, saya pikir itu suara konstruksi tapi orang kemudian berlari ke ruangan dan mereka bilang melihat lelaki dengan rompi antipeluru dan kaos putih. Sekarang, mereka membolehkan kami berata di dalam RPS dan meminta agar tetap tenang," katanya.Para petugas melarang seorangpun keluar dari bangunan tersebut, namun tetap dibolehkan untuk memilih presiden yang mereka inginkan sebelum pintu dibuka kembali. Selain orang dewasa, terdapat pula sejumlah anak-anak di dalamnya.Saksi mata memperkirakan, ada 30 orang yang terkurung di dalam ruangan. 15-20 di antaranya adalah anak-anak.

Rekomendasi