Keluarga akui Oscar Morel sang penembak imam New York benci Islam

Jaksa menuntut Morel dengan ancaman hukuman mati. Ada dugaan lain dia sekadar pembunuh bayaran

Muhammad Radityo
Oleh Muhammad Radityo - Reporter
Keluarga akui Oscar Morel sang penembak imam New York benci Islam
Oscar Morel (tengah) tersangka pembunuh imam masjid New York. ©2016 Merdeka.com/Splash News/William Miller

Kepolisian New York (NYPD) Amerika Serikat telah menangkap Oscar Morel (35) tersangka utama penembakan imam dan takmir masjid Al Furqon di Distrik Queens akhir pekan lalu. Morel adalah pria keturunan Hispanik yang disebut keluarganya pernah membenci Islam.

Keterangan ini disampaikan oleh Alvin Morel, adik tersangka. "Kakak saya pernah membenci muslim pada saat terjadi serangan teror 11 September (2001). Tapi setelahnya saya pikir dia baik-baik saja," kata Alvin seperti dilansir the Daily Mail, Selasa (16/8).

Jaksa Penuntut Richard A. Brown menyatakan polisi masih terus mendalami motif Morel membunuh Maulana Akonjee (55) dan Thara Uddin (64) yang terhitung tokoh Islam disegani warga New York. Awalnya polisi belum menemukan bukti bahwa penembakan tempo hari dipicu oleh sentimen agama. Adapun mengingat penggunaan pistol Taurus kaliber .38 serta rute kabur yang rapi, aparat AS meyakini Morel sudah merencanakan pembunuhan ini.

"Motif pelaku sampai sekarang masih belum jelas, namun kini salah satu yang lebih didalami penyidik adalah kebencian terhadap agama tertentu," kata Brown.

Morel didakwa atas dua pasal pidana pembunuhan tingkat satu, serta kepemilikan senjata ilegal. Brown menyatakan tersangka terancam hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup tanpa remisi, seandainya terbukti bersalah.

Upacara pemakaman mendiang Imam Masjid New York (c) REUTERS/Eduardo Munoz

Selain motif kebencian agama, polisi mencoba mencari tahu apakah Morel adalah pembunuh bayaran. Sempat beredar isu pembunuhan Imam Akonjee dipicu perselisihan komunitas imigran muslim dengan warga keturunan Hispanik.

Kendati demikian, warga muslim penghuni Distrik Queens dan Brooklyn meyakini motif SARA lebih kuat. Pasalnya, beberapa bulan terakhir ejeken, teror, serta intimidasi beberapa orang terhadap penganut Islam di New York meningkat.

Dikutip dari New York Daily, pelaku ditangkap pada Minggu (14/8) malam waktu setempat. Polisi tidak sengaja menangkap pelaku, setelah mobil Morel menabrak seorang pengendara sepeda. Ternyata pengemudi mobil GMC Trailblazer itu adalah sosok sangat mirip Morel yang menembak mati imam masjid seperti terpantau CCTV.

Beberapa jam setelah penangkapan itu, ratusan warga New York berkumpul di sekitaran area parkir di Queens untuk melayat pemakaman jenazah Akonjee dan Uddin. Keduanya adalah tokoh penting komunitas imigran Bangladesh.

Rekomendasi